Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 22:15 WIB
Pembangunan "Double Track" Peluang Tata Kawasan Kumuh
Ester Meryana | Erlangga Djumena | Kamis, 9 Februari 2012 | 09:50 WIB
|
Share:
KOMPAS/ALIF ICHWAN Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Forum Perkeretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia, Djoko Setijowarno, mengatakan, pembangunan jalur rel kereta ganda (double track) jalur Jakarta-Semarang-Surabaya merupakan kesempatan atau peluang bagi kota sekitar jalur rel untuk menata kawasan kumuhnya.

"(Pembangunan) double track Jakarta, Semarang dan Surabaya merupakan kesempatan atau peluang bagi kota Cirebon, Semarang, Pekalongan, dan Surabaya yang cukup luas kawasan kumuh di sepanjang rel untuk ditata," sebut Djoko melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Kamis ( 9/2/2012 ).

Caranya, terang dia, pemerintah setempat bisa membangun rumah susun bagi masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut. Rumah susun pun harus punya akses ke angkutan umum. "Selain itu, lahan sisa bisa digunakan untuk kawasan penghjiauan untuk menambah Ruang Terbuka Hijau kota masing-masing," tambah Djoko.

Tidak luput pula, sebut dia, kesigapan walikota untuk menangani kawasan kumuh di daerahnya diperlukan supaya tidak muncul persoalan sosial yang berkelanjutan. "(Penataan kawasan kumuh) bukan pembebasan lahan tapi penertiban lahan karena tanah milik pemerintah," pungkas Djoko.

Sejauh ini, pembangunan jalur ganda baru terbangun antara Jakarta hingga Semarang. Adapun jalur Semarang ke Surabaya masih jalur tunggal. Dengan kondisi itu, pemerintah menaikkan anggaran untuk Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan menjadi di atas Rp 80 triliun. Dana itu akan diutamakan untuk penyelesaian pembangunan jalur ganda Jakarta-Surabaya.