Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 18:19 WIB
Kredit Bank
Petani Tak Mampu Bayar Bunga Bank
FX. Laksana Agung S | Agus Mulyadi | Kamis, 9 Februari 2012 | 19:15 WIB
|
Share:
KOMPAS/RINI KUSTIASIH Ilustrasi: Petani.

JAKARTA, KOMPAS.com — Program kredit untuk sektor pertanian tak akan mampu dijangkau petani dan nelayan. Bunga bank tak tak terjangkau.

Demikain disampaikan Sekretaris Komite Ekonomi Nasional, Aviliani, dalam paparannya pada seminar nasional bertajuk "Tantangan Kondisi Politik, Ekonomi, dan Hukum, bagi Pembangunan yang Inklusif dan Berkesinambungan" di Jakarta, Kamis (9/2/2012).

Aviliani berpendapat, program kredit ke sektor pertanian tak mampu diakses petani dan nelayan. Alasannya, skala ekonomi petani kecil, sedangkan bunganya besar.

Kemampuan petani membayar cicilan hanya 8 persen. Namun bunga bank selama ini sampai 12 persen. Dengan demikian perlu subsidi bunga kredit.

Fakta yang terjadi selama ini, pengajuan kredit oleh petani dan nelayan kebanyakan ditolak bank. Akhirnya, petani dan nelayan yang berniat mengembangkan usahanya berpaling ke rentenir, yang mudah dan cepat proses dalam mendapatkan kredit.

Berdasarkan data Bank Indonesia, penyaluran kredit untuk sektor pertanian per November 2011 hanya Rp 90,88 triliun atau 4,23 persen dari total kredit nasional senilai Rp 2.150 triliun.