Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 18:31 WIB
BI Rate Dipangkas, Rupiah Melemah
| Erlangga Djumena | Jumat, 10 Februari 2012 | 10:36 WIB
|
Share:
KOMPAS/RIZA FATHONI Petugas memverifikasi uang dollar AS di Cash Center Bank Mandiri, Jakarta, Jumat (23/9/2011).

JAKARTA, KOMPAS.com — Penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) menjadi 5,75 persen dari sebelumnya 6 persen memicu nilai tukar rupiah pada Jumat pagi melemah 48 poin terhadap dollar AS.

Nilai tukar rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta pada Jumat pagi bergerak melemah sebesar 48 poin ke posisi Rp 8.988 dibandingkan dengan sebelumnya di Rp 8.940 per dollar AS.

Analis Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, di Jakarta, Jumat, mengatakan, rupiah bergerak melemah setelah Bank Indonesia memangkas suku bunga acuan seiring turunnya inflasi, sebagai upaya mendukung pertumbuhan di tengah memburuknya ekonomi global. "Bersama anggota Dewan Gubernur lainnya, Gubernur BI Darmin Nasution pada hari Kamis (9/2/2012) telah menurunkan tingkat suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen dari 6 persen persen," kata dia.

Indonesia, kata dia, bergabung dengan Filipina dan Thailand yang telah memangkas suku bunganya bulan lalu, sementara Bank of Korea harus menahan diri menaikkan suku bunga menyusul mulai melemahnya permintaan global.

Pandangan BI masih dovish sehingga mereka coba memanfaatkan secara maksimal penurunan inflasi dalam beberapa bulan terakhir untuk menekan suku bunga lebih rendah lagi. "Namun, dengan proyeksi harga listrik dan bahan bakar yang akan segera naik pada bulan April, pemangkasan secara agresif dapat dinilai negatif oleh investor," kata dia.
   
Analis pasar uang dari Bank Himpunan Saudara, Rully Nova, menambahkan, dipangkasnya BI Rate membuat imbal hasil dalam mata uang rupiah turun karena membuat selisih mata uang dalam negeri semakin tipis dengan suku bunga The Fed yang sebesar 0,25 persen sehingga investor cenderung masuk ke dollar AS

Ia mengatakan, diturunkannya suku bunga acuan itu didorong oleh inflasi dalam negeri yang cenderung turun dan terus tumbuhnya perekonomian dalam negeri. "Meski demikian, BI masih tetap menjaga volatilitas nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing. Posisi nilai tukar rupiah saat ini di kisaran Rp 8.900 masih cukup stabil," kata dia.

Sumber :
ANT