JAKARTA, KOMPAS.com — Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) pagi ini bergerak liar. Sesaat setelah pembukaan, saham ANTM tercatat turun 1,04 persen menjadi Rp 1.890. Namun, kemudian saham produsen emas dan nikel ini sempat naik 0,5 persen menjadi Rp 1.920. Pada pukul 10.19, saham ANTM kembali ke posisi awal pembukaan di level 1.910.
Pergerakan liar saham ANTM dipengaruhi beberapa faktor. Salah satu di antaranya, ANTM yakin bisa menggarap sendiri pabrik peleburan alumina atau Smelter Grade Alumina (SGA) di Mempawah, Kalimantan Barat. Maklumlah, Hangzhou Jinjiang Group Co Ltd (HJG), mitra ANTM di proyek senilai 1 miliar dollar AS itu, sudah menyatakan mundur.
Emiten pelat merah ini tengah mengkaji ulang kelayakan proyek SGA Mempawah. ANTM bertekad menggarap proyek tersebut tanpa dukungan mitra kerja.
Sentimen lainnya adalah rencana ANTM untuk mengajukan payout ratio untuk dividen tahun buku 2011 sebesar 35 persen hingga 45 persen dari laba bersih. "ANTM memang salah satu perusahaan yang selalu membagikan dividen dengan dividen payout ratio yang stabil dalam tiga tahun terakhir, yaitu sebesar 40 persen. Stabilnya dividen payout ratio ini menunjukkan kuatnya pertumbuhan keuangan perusahaan dari tahun ke tahun," jelas Kepala Riset eTrading Securities Betrand Reynaldi.
Dia menambahkan, pada tahun 2012 ini, ANTM masih memiliki potensi untuk tumbuh. "Hal ini ditunjukkan dengan proyek pabrik smelter di Tayan dan Halmahera Timur yang akan digunakan untuk menggantikan pabrik di Pomalaa, Sulawesi, yang dianggap perusahaan sudah tidak ekonomis lagi," jelasnya.
Perusahaan juga cukup agresif dalam mengembangkan usahanya melalui pendirian beberapa perusahaan tambang lainnya yang bekerja sama dengan pihak ketiga, salah satunya yang berlokasi di Kalimantan.
Saat ini perusahaan diperdagangkan pada PE 13,86x dengan PE industri 13,61x. Berdasarkan konsensus, sembilan analis merekomendasikan buy, 11 analis merekomendasikan hold, dan dua analis merekomendasikan sell. Adapun target harga rata-rata saham ini adalah Rp 1.979 per saham. (Barratut Taqiyyah/Kontan)
