Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 18:50 WIB
Beras Cadangan ASEAN Belum Dimanfaatkan
Eny Prihtiyani | Nasru Alam Aziz | Jumat, 10 Februari 2012 | 21:07 WIB
|
Share:
KOMPAS/HERU SRI KUMORO Konsumen memilih beras yang dijual di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Jumat (6/1/2012).

JAKARTA, KOMPAS.com — Sampai saat ini pemerintah belum memutuskan untuk memanfaatkan beras cadangan ASEAN, meski harga beras dalam negeri masih terus bergejolak naik. Pemerintah menilai pengadaan beras oleh Perum Bulog masih cukup untuk menstabilkan gejolak harga.

"Memang di ASEAN ada cadangan beras bersama, yang bisa diakses untuk mengatasi fluktuasi harga, tetapi sejauh ini kami belum memutuskan untuk memakai mekanisme tersebut. Kami masih yakin dengan pengadaan beras lokal," kata Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Gunaryo, Jumat (10/2/2012), di Jakarta.

Menurut Gunaryo, harga beras diperkirakan baru akan turun pada akhir Februari. "Akhir Februari sudah ada yang mulai panen. Puncak panen diperkirakan bulan Maret-April. Untuk menstabilkan harga beras, pemerintah terus menggelar operasi pasar sesuai dengan permintaan masing-masing pemerintah daerah," tuturnya.