Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 18:51 WIB
Pariwisata
Indonesia Perlu Lebih Giat Tarik Wisatawan Eropa
Eny Prihtiyani | Agus Mulyadi | Jumat, 10 Februari 2012 | 22:13 WIB
|
Share:

KOMPAS/RADITYA HELABUMI
Pemandangan menawan Danau Toba, Sumatera Utara dilihat dari sisi Pulau Samosir, Jumat (22/7/2011). Danau Toba dikeliling tebing terjal dengan ketinggian rata rata 1.200 meter serta luas 1.780 kilometer persegi dengan titik terdalam mencapai 500 meter. Dana ini merupakan salah satu tujuan wisata turis mancanegara.

JAKARTA, KOMPAS.com - Tidak ada yang meragukan potensi dan keindahan wisata alam Indonesia. Namun, di tengah ancaman krisis keuangan di sebagian negara-negara Uni Eropa, Indonesia harus lebih giat dalam menarik calon wisatawan Eropa, termasuk dari Jerman untuk datang.

Hal ini diungkapkan Editor in Chief ASEAN Today, Henri Zix, dalam siaran persnya, Jumat (10/2/2012). ASEAN Today adalah media bisnis dan pariwisata di Jerman, yang khusus mengulas tentang negara-negara anggota ASEAN.  

Henri melanjutkan, Indonesia perlu mengintensifkan kegiatan promosi, membenahi infrastruktur pariwisata dan menerapkan berbagai kebijakan yang sesuai. Selain itu, Indonesia juga perlu terus menciptakan daerah-daerah tujuan wisata baru.

Dari sisi ekonomi kreatif, Henri tidak meragukan kreatifitas masyarakat Indonesia. Terbukti dengan berbagai produk Indonesia seperti tas merek Bagteriayang sangat digemari oleh selebriti dunia seperti Paris Hilton. Demikian pula pakaian rancangan designe r muda Indonesia Tex Saverio yang diminati oleh Lady Gaga.

Selain itu, berbagai film dunia juga turut secara tidak langsung mempromosikan Indonesia, seperti suksesnya film Eat Pray Love dan the Philosopher yang saat ini belum dirilis secara Internasional .

Belum lagi, tambahnya, banyak materi video yang diunggah di Youtube oleh para pelancong mancanegara setelah mereka menikmati Indahnya Indonesia.

"Menonton video pendek di Youtube mengenai tujuan wisata Indonesia, tentu saja lebih menarik dibandingkan melalui berbagai foto yang disebarkan dalam berbagai media promosi," kata Henri.

Ia berkeyakinan, memperkuat potensi wisata Indonesia dengan ekonomi kreatif akan semakin membuka peluang Indonesia mendulang pendapatan negara sebesar Rp 100 triliun. Hal ini tentu saja akan mendongkrak pendapatan negara.

Direktur Promosi Luar Negeri Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Nia Niscaya, menyatakan, saat ini pihaknya telah menuangkan upaya mendongkrak sektor pariwisata melalui Strategic Plan for Tourism.

"Di dalamnya meliputi pengaturan manajemen destinasi wisata, pariwisata minat seperti kapal pesiar, bahari, kuliner, spa bahkan wisata belanja, serta penciptaan special economic zone for tourism," tutur Nia.

Indonesian Tourism Update adalah acara tahunan KBRI Berlin. Kegiatan ini digagas untuk memberikan informasi pertama kepada segenap pemangku kepentingan pariwisata di Jerman, yang meliputi tour operator dan juga travel media.

Dubes Indonesia di Jerman, Eddy Pratomo, menjelaskan, kegiatan tersebut adalah salah satu dari berbagai upaya Perwakilan Indonesia  di Jerman dalam mempromosikan wisata Indonesia.