Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 23:32 WIB
Pasar Saham
Banyak Sentimen Positif di Awal Pekan
Anastasia Joice | Marcus Suprihadi | Senin, 20 Februari 2012 | 09:21 WIB
|
Share:
Getty Images/MN Chan Ilustrasi

SINGAPURA, KOMPAS.com — Pasar saham Asia dibuka menguat pada perdagangan Senin (20/2/2012). Sementara mata uang tunggal Eropa, euro, dan mata uang lainnya di kawasan menguat terhadap dollar AS menjadi 1,3209 dari 1,3139 pada perdagangan di New York. 

Salah satu faktor pendukungnya adalah kebijakan China yang melonggarkan kebijakannya,  pekan lalu, serta optimisme Yunani akan segera mendapatkan dana talangan tahap kedua.

Besarnya minat pembeli membuat harga minyak naik 1,50 dollar AS per barrel menjadi 104,79 dollar AS per barrel. Sementara indeks saham di Tokyo kembali menguat pada posisi tertinggi mereka dalam enam bulan terakhir ini.

Para investor menyambut baik pemangkasan persyaratan giro wajib minimum perbankan China sebesar 50 basis poin. Dengan penurunan ini, berarti perbankan China memiliki lebih banyak dana untuk disalurkan menjadi kredit.

Langkah tersebut merupakan pertanda bahwa Pemerintah China terus mendukung pertumbuhan ekonominya di negara terbesar di Asia itu. ”Walaupun langkah bank sentral China telah diperkirakan sebelumnya, saya rasa hal itu adalah masalah yang signifikan. Anda dapat melihat dampaknya pada pasar global,” ujar Christopher Macdonald, penasihat investasi dari RBS Morgans, Sydney.

”Kebijakan itu memberikan kepastian bahwa China akan menimbun kembali komoditas seperti batubara, bijih besi, dan tembaga sehingga hal ini akan berpengaruh dalam beberapa pekan,” katanya lagi.

Indeks Nikkei melonjak 1,3 persen menjadi 9.506,05. Posisi ini melampaui yang dicapai pada Agustus tahun lalu, yakni 9.500. S&P Australia naik 1 persen, Kospi Korea Selatan naik 0,7 persen, dan Selandia Baru naik 0,8 persen.