Senin, 29 Desember 2014

/ Bisnis & Keuangan

Merry Riana: Sukses Bukan untuk Dinikmati Sendiri...

Rabu, 22 Februari 2012 | 16:28 WIB

KOMPAS.com - Merry Riana membuktikan bahwa kerja keras, doa dan pantang menyerah akan mewujudkan sembuah impian. Kini, dia adalah salah seorang motivator yang laris di negara Asia, termasuk Indonesia. Perjalanannya tidak mudah untuk mencapai titik hidupnya kini. Merry yang dalam usia 26 tahun telah meraih penghasilan 1 juta dollar Singapura (sekitar Rp 7 miliar) itu melangkah mulai dari penyebar brosur biro jodoh, florist, sampai pelayan hotel. Semua itu dijalani dengan pantang menyerah, termasuk bagaimana bertahan hidup hanya berbekal beberapa dollar Singapura.

Kini, Merry memimpin Merry Riana Organization, organisasi financial consultant yang diperkuat oleh 50 tenaga profesional muda. Dia menulis buku "A Gift from A Friend" (2006) yang jadi best seller. Perjalanan kehidupannya juga ditulis dalam buku "Mimpi Sejuta Dolar".

Di sela-sela kesibukannya, Merry menyempatkan diri berbagi pengalaman dengan menjawab pertanyaan lewat rubrik Kompas Kita, yang ditayangkan di Harian Kompas, Selasa (21/2/2012). Merry juga akan membagikan buku "Dare to Dream Big" secara gratis. Caranya mudah, pembaca yang berminat bisa follow akun Twitter @MerryRiana, untuk meminta buku tersebut.

Berikut versi lengkap wawancara dengan Merry Riana di Kompas Kita:

Halo Ci Merry, Saya terinspirasi sekali dgn pengalaman Ci Merry sewaktu berjuang di negeri orang. Sungguh luar biasa sekali keberanian Ci Merry untuk mengubah nasib. Sekarang Ci Merry sudah mempunyai organisasi yang dibangun sendiri. Bagaimana cara/ tip Ci Merry dalam mengelola sebuah tim dan membangun semangat tim supaya tetap solid? (Fransisca Novince Dwi, xxxx@yahoo.com)

Saya percaya bahwa sukses bukanlah untuk dinikmati sendiri, tapi untuk dibagikan. Sukses bukanlah sebuah kompetisi. Ada cukup banyak sukses yang bisa dibagikan dan dinikmati bersama. Anda harus bekerja sama dengan sebuah tim yang memiliki impian dan tujuan yang sama.
Sebuah tim akan memberikan anda leverage. Dengan tim, kita dapat mencapai kesuksesan dengan lebih cepat dan lebih mudah. Semua ini adalah mengenai sinergi? Konsep penjumlahan 1 tambah 1 mendapatkan 11, bukan 2. Dengan bekerja sama kita dapat mencapai lebih banyak dibandingkan apabila bekerja terpisah sendiri-sendiri.

Kekuatan yang dahsyat dapat diciptakan ketika orang-orang bekerja sama. Berasosiasi dengan orang-orang yang punya pola pikir yang sama, yang berorientasi sukses, yang penuh kegembiraan. Suatu tim impian adalah alat bantu kesuksesan yang paling menakjubkan yang pernah ada. Siapa saja yang mencapai sukses besar harus mempunyai tim impian. Solusi instan bisa didapatkan dalam tim impian. Proses ini membantu Anda mengambil ide Anda dan mengembangkannya menjadi luar biasa.

Karakteristik apa yang harus dimiliki suatu tim impian? Sebuah tim impian yang sukses terdiri atas sekelompok orang dengan tujuan tertentu, pikiran dan hati mereka sama-sama berada dalam keadaan serasi satu sama lain. Harus ada semangat kegembiraan dan saling memberikan kontribusi dalam kelompok. Hanya tim impian yang berdedikasi, berkomitmen, dan memiliki semangat kegembiraan yang dapat mencapai kesuksesan yang luar biasa.

Sangat sedikit orang muda Indonesia yang mau berkembang hidup layak dan mapan seperti Anda. Apalagi berjiwa enterpreneur handal. Coba saja Anda hidup di bumi Indonesia, bukankah lebih banyak tantangan daripada hidup di Singapura bertahun-tahun? Apa untungnya sih? (Willy Soen, Solo)

Tahun ini, sebuah keputusan besar telah saya buat sebagai ekspresi nyata dari semangat saya untuk terus menyebarkan kebaikan. Saya dan suami, Alva, akan lebih banyak tinggal di Indonesia dan berkarya di negeri tercinta. Saya akan mengembangkan kesempatan untuk sebanyak mungkin bisa berbicara di hadapan kawula muda dan mendorong mereka untuk meraih sukses sejak muda. Saya juga tengah menggodok beberapa rencana untuk bisa berkarya di Indonesia.

Saya berbahagia karena ada begitu banyak orang dan institusi yang bersedia membantu, bekerja sama untuk menciptakan hal yang baik. Semoga rencana positif untuk berkarya di Indonesia akan terus terbina dan mewujud menjadi sesuatu yang bermakna.

Dalam setiap seminar yang saya gelar di Indonesia, saya memiliki kebiasaan untuk memulai dan mengakhiri seminar dengan meneriakkan yel-yel, ”Indonesia, Majulah!” Dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Saya ingin peserta merasakan getaran cinta pada negeri selama mengikuti seminar.
Segala yang kita lakukan sesungguhnya sangat berpengaruh pada kejayaan bangsa ini. Disadari atau tidak, kita adalah elemen kecil yang saling terkait dan akhirnya membentuk kewibawaan bangsa di mata internasional.

Anda meraih kesuksesan sejak muda di usia 26 tahun. Apakah kita dapat mengajarkan prinsip-prinsip entereprneurship bagi anak-anak usia 10-15 tahun? Apakah kita dapat mengajarkan kecerdasan finansial kepada anak-anak?(Suzanna Elisabeth, Jakarta Timur)

Seseorang pernah bertanya kepada saya: ”Apakah seseorang dilahirkan sebagai seorang pengusaha atau dapatkah mereka dilatih untuk menjadi seorang pengusaha?”

Sebenarnya kita semua dilahirkan sebagai pengusaha. Masalahnya, banyak dari kita yang tidak menyadari bahwa kita dilahirkan sebagai pengusaha. Di sinilah gunanya pelatihan. Pelatihan sangat diperlukan untuk kita supaya sadar bahwa kita sebenarnya adalah pengusaha secara alami. Sejak lahir, kita telah memiliki kemampuan wirausaha yang tersembunyi di dalam diri kita. Tetapi, seiring bertambahnya usia, kita menjadi lupa sama sekali akan kemampuan kita tersebut. Dengan pelatihan, kita dapat meningkatkan dan mengasah kemampuan wirausaha kita.

Pengusaha itu seperti permata. Mereka bukanlah batu biasa. Masalahnya, mereka harus ditemukan terlebih dahulu. Kebanyakan permata tersimpan jauh di dalam tanah. Hanya ketika seseorang menemukan mereka, barulah akan terlihat sifat asli dan kemampuan alami mereka. Hanya pada saat itulah mereka menyadari bahwa sebenarnya mereka adalah permata, bukan batu biasa. Hanya pada saat itulah mereka tahu bahwa tempat mereka seharusnya ada di cincin, jam tangan, atau kalung yang mewah, dan bukannya tersembunyi di bawah tanah.

Tetapi bahkan ketika permata itu sudah ditemukan, mereka pun masih perlu dibersihkan, dibentuk, dan diuji sebelum mereka dipasang pada perhiasan-perhiasan mewah tersebut. Proses pembersihan, pembentukan, dan pengujian itulah yang akan menghasilkan seorang calon pengusaha melalui pelatihan yang benar.

Saya sudah membaca buku tentang Bu Merry Riana dalam "Mimpi Sejuta Dolar" dan sangat menggugah saya, khususnya dengan semangat Anda yang begitu menggelora. Apa yang paling mendorong anda untuk melakukan itu semua sehingga anda berhasil? Bagaimana caranya mengatasi pikiran atau perasaan yang menghalangi anda? (M. Syaefuddin, Jakarta)

Saya mulai berangan-angan mengenai masa depan ketika sedang kuliah. Saya sadar bahwa saya sudah hampir berumur 20 tahun dan orang tua saya sudah berada di usia 50-an. Melihat bagaimana mereka masih harus bekerja keras untuk membiayai pendidikan anak-anaknya, menyimpan uang yang cukup untuk hari tua mereka, membuat saya berpikir.

Jika saya sukses suatu hari nanti, saya ingin sukses ketika masih muda, sebelum ulang tahun ke-30, bukan ketika saya berumur 40-50 tahun. Dengan begitu, saya bisa mengajak orang tua saya menikmati makanan terbaik, bertamasya ke luar negeri, dan menjalani hidup sepenuhnya.

Jika saya baru mencapai sukses ketika berumur 40, orang tua saya sudah berumur 70 tahun. Mereka akan sangat terbatasi oleh kesehatan dan umur tua. Mungkin juga tidak banyak lagi waktu berharga yang saya bisa nikmati bersama mereka. Sementara saya secara pribadi mungkin memiliki waktu untuk mencapai kesuksesan di kemudian hari. Pertanyaannya adalah bagaimana dengan mereka?

Pada saat itu, saya sadar bahwa sangatlah penting bagi saya untuk mencapai keberhasilan saat saya masih muda.

Saya membuat resolusi, bahwa kalau saya akan sukses, saya mau sukses selagi muda, sebelum saya mencapai usia 30. Itu semuanya bukan untuk saya, tapi untuk orang tua.

Sebelum anda mencapai keberhasilan, apakah Kak Merry Riana sering mengalami kegagalan?? Bagaimana cara mengatasi dan mencegah agar agar kegagalan itu tidak terulang? (Erwin Handoko, Singkawang, Kalbar)

Banyak orang trauma pada kegagalan. Banyak orang yang down setelah gagal, dan tak punya keberanian lagi untuk meneruskan perjuangan. Lebih parah lagi, banyak orang sama sekali tak berani bertindak apa-apa karena khawatir gagal.

Saya harus mengatakan bahwa tiada sukses yang tidak diwarnai kegagalan. Jika kita gagal dalam mengupayakan bisnis, itu bukan berarti jalan kita telah habis, telah buntu. Seperti yang telah saya katakan, kegagalan adalah ciri perjalanan sukses. Dengan mengalami kegagalan, kita mendapatkan pelajaran untuk mengetahui cara-cara yang lebih baik.
Selalu lakukan perubahan dalam strategi atau pilihan agar kegagalan yang sama tidak terulang lagi. Yang penting bergerak terus, berjuang terus, mencoba terus.

Hal-hal apa saja yang mendorong Cie Merry bisa meraih penghasilan 1 juta dollar Singapura saat umur 26 tahun? Apa target selanjutnya yang ingin dicapai? (Kaninda, Yogyakarta)

Tanggal 29 Mei 2010, saya merayakan ulang tahun saya yang ke-30. Seperti yang mungkin bisa Anda duga, banyak orang yang bertanya kepada saya apakah saya akan membuat resolusi baru untuk 10 tahun yang akan datang.

Dan jawaban saya adalah: tentu saja!

Sebenarnya, saya bahkan telah memikirkan tentang hal ini selama berbulan-bulan.

Saya percaya bahwa apa pun yang dapat saya bayangkan, asal saya percaya, akan bisa dicapai. Impian dapat menjadi kenyataan. Jadi, saya harus sangat berhati-hati dengan apa yang saya inginkan, karena itu bisa benar-benar menjadi kenyataan.

Saya juga percaya bahwa kesuksesan seseorang bukan diukur dari seberapa banyak uang yang dia hasilkan; seberapa mahal mobil yang dia miliki; atau pun seberapa mewah rumah yang dia tinggali; melainkan dari seberapa besar dampak positif yang bisa dia ciptakan di dalam kehidupan orang lain.

Setelah melalui proses perenungan dan introspeksi diri yang cukup lama, akhirnya saya berhasil menyimpulkan apa yang akan menjadi resolusi saya untuk 10 tahun ke depan.

Dalam jangka waktu 10 tahun, sebelum saya merayakan ulang tahun saya yang ke-40, saya ingin menciptakan dampak positif di dalam kehidupan paling sedikit 1 juta orang di Asia, terutama di Indonesia.

Apakah keberhasilan ada didukung faktor luck? Banyak sekali saya melihat faktor luck juga berpengaruh. Bagaimana menurut Anda? (Meiliana, Jakarta)

Luck atau keberuntungan adalah ketika ada kesempatan yang datang dan kita sudah mempersiapkan diri untuk itu.

Merry, kisah Anda bagaikan legenda hidup, spektakuler, inspirasional. Menurut Anda seberapa jauh campur tangan Tuhan selain kerja keras yang Anda jalani hingga menggapai sukses? Apa saja yang akan Anda perbuat sesuai misi untuk memberi dampak positip bagi sejuta orang di Asia terutama Indonesia? Apa Anda yakin cara dan perjuangan sukses Anda bisa ditularkan? (Rudolf Bujid, Villa Kecapi Mas, Cirebon)

Saya mengatakan dengan tegas bahwa tanpa iman, kita tidak akan kuat. Iman merupakan fondasi yang mengendalikan emosi dan ketangguhan mental kita. Iman pula yang akan menjaga gerak kita untuk selalu berjalan di atas norma-norma yang baik. Iman membuat kita tabah dan berpengharapan. Iman membuat kita mampu melihat hari esok sebagai kesempatan indah yang dijanjikan Tuhan. Iman membuat kita tidak berhenti memproduksi pikiran-pikiran yang baik.

Iman yang teguh merupakan tongkat dan lentera yang sangat berpengaruh dalam kelancaran langkah-langkah kita.

Saya merasa sangat bersyukur karena sekarang ini saya bisa membuat impian menjadi kenyataan dengan menjadi seorang penulis dan motivator. Walaupun belum mempunyai TV show sendiri yang bisa menjangkau puluhan juta penonton, tetapi setidaknya melalui buku dan seminar, saya sudah bisa menciptakan dampak positif di dalam kehidupan ribuan orang.

Kalau suatu hari saya sampai bisa memiliki pertunjukan teve sendiri, apalagi yang sangat sukses dan inspiratif dalam memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, itu benar-benar berkat Tuhan bagi saya.

Sekarang, inilah mimpi sejuta dolar saya.

Selamat atas keberhasilannya di Singapura. Kalau keadaannya di Indonesia dengan latar budaya, penduduknya yang sebagian besar belum sadar asuransi atau keadaan ekonominya masih rendah, strategi dan cara apa yg terbaik dilakukan? (Hardy Ela, xxxx@yahoo.com)

Jumlah penduduk di Singapura adalah sekitar 5 juta jiwa, yang sebenarnya tidak sampai 3 persen dari penduduk Indonesia yang berjumlah lebih dari 230 juta jiwa. Artinya, kalau kita hanya melihat 3 persen lapisan teratas penduduk Indonesia saja, kita sudah bisa mendapatkan orang-orang yang mempunyai tingkat kesadaran tinggi akan pentingnya asuransi, investasi dan menabung, sama seperti di Singapura.

Cara melakukan penetrasi pasar di Indonesia mungkin tidak harus berbeda secara drastis dari cara penetrasi pasar di Singapura. Tapi, mungkin yang perlu ditargetkan secara khusus adalah kelompok 3-5 persen teratas, kalau ingin mencari orang-orang yang sudah sadar akan pentingnya melakukan perencanaan keuangan sejak dini.

Walaupun demikian, ini bukan berarti bahwa kita bisa begitu saja mengabaikan kelompok yang mayoritas 95 persen. Dengan berjalannya waktu, akan semakin banyak juga masyarakat Indonesia yang tingkat edukasi dan kemampuan finansialnya meningkat pesat.

Keberhasilan Anda dalam bidang keuangan, bisakah diterapkan untuk bidang non-keuangan? Seperti kita tahu, jasa keuangan (asuransi, reksadana, dan lain-lain) seringkali tidak mencerminkan ekonomi riil. Sepertinya contoh kesuksesan di bidang keuangan hanya cocok untuk negara-negera seperti Singapura. Terima kasih ya telah berkenan follow saya di Twitter.(Sayrif Niskala, Cicadas - Bandung)

Langkah saya setapak demi setapak tertuang dalam buku ‘Mimpi Sejuta Dolar’ dan memberikan gambaran nyata pada pembaca betapa perjuangan memang membutuhkan kesabaran, keuletan, ketekunan dan kesiapan menghadapi perubahan-perubahan. Tidak hanya memuat strategi dalam mengubah nasib, saya juga secara manusiawi bercerita tentang emosi normal diri saat menemui kegagalan, kejatuhan, dan kekhawatiran.

Saya juga dengan sangat deskriptif menggambarkan kondisi sejak masih memprihatinkan hingga sedikit demi sedikit mengalami perbaikan. Suami saya, Alva Tjenderasa, yang juga sama-sama “mahasiswa pejuang” menjadi partner yang mampu membentuk sinergi dahsyat di antara kami.

Melalui kisah yang menyentuh dan inspiratif ini, saya berharap, pembaca bisa melihat dengan jelas bagaimana jalan sukses saya – sama dengan kebanyakan orang — juga diwarnai oleh banyak kesulitan. Jalan yang saya lewati bukan jalan sempurna, melainkan terjal dan menuntut kekuatan mental untuk menempuhnya.
Jatuh bangun mental saya pun bisa menjadi pembelajaran bahwa kapan pun kita bisa merasa putus asa, kehilangan kepercayaan diri, dan menyerah. Namun komitmen yang teguh, iman, dan energi positif yang terus dibangun bisa mengalahkan itu.

Apakah cukup motivasi dan kemauan saja bisa sukses? Saya berharap, saran Merry Riana dapat menginspirasi saya untuk melangkah. (Kaspian, xxxx@gmail.com, Bogor)

Pada waktu itu, tidak ada satu pun yang saya miliki.

Dari segi modal, saya malahan masih berutang 40.000 dollar Singapura. Dari segi koneksi, semua teman saya hanyalah sesama pelajar yang juga baru lulus dan masih menganggur. Dari segi keahlian, saya hanya mempunyai keahlian teknik, bukan bisnis atau keahlian berkomunikasi. Singkatnya, sumber daya yang saya miliki sangat terbatas.

Walaupun demikian, saya memutuskan untuk tetap mengambil langkah pertama. Yang saya perlukan adalah courage (Keberanian). Tidak ada seorang pun yang dapat mengajarkan bagaimana caranya untuk mendapatkan keberanian itu. Keberanian harus datang dari dalam.

Bu Merry, bagaimana menumbuhkan rasa rajin/ mengalahkan kebiasaan suka menunda dan mengalahkan rasa takut untuk memulai suatu pekerjaan? (Melinda Hartanto, Lippo Karawaci Tangerang)

Kita tidak bisa berkelit dari proses. Kita tidak bisa menghindar dari ”merintis jalan”. Semua orang sukses mengalami perjalanan dengan segala lika-likunya sebelum sampai ke titik yang memuaskan. Di dalam perjalanan itulah, ujian akan kesabaran dan kekuatan mental akan muncul.

Bagaimana anda menyikapi karakter seseorang yang bertolak-belakang dengan idealisme anda, seperti dalam memotivasi seorang yang keras kepala? (Roy Gamma, Jalan Cikutra, Bandung)

Ada empat kategori umum yang membuat anak-anak buah di organisasi saya terpacu untuk bekerja keras. Ingin secepatnya sukses secara finansial dan bisa meraih kehidupan layak. Ada yang berdasarkan ambisi mendapatkan uang yang banyak. Ingin secepatnya sukses secara finansial dan bisa meraih kehidupan layak.

Ada yang ingin memacu kerja keras agar bisa berlibur dan bersenang-senang. Mereka bekerja giat untuk bisa mendapatkan cuti yang cukup panjang dan memanfaatkan uang mereka untuk merasakan nikmatnya liburan di luar negeri.

Ada juga yang mengejar reputasi. Tidak penting berapa uang yang masuk, yang penting foto mereka bisa dipajang di kantor sebagai karyawan berprestasi.

Dan terakhir ada yang bekerja keras dengan dasar relationship. Mereka bekerja giat karena rasa respek dan empati pada kehangatan hubungan di antara kami.

Untuk setiap jenis alasan ini, saya dan suami, Alva, mengembangkan strategi pembangkitan semangat.

Saya dengar salah satu buku anda akan dibuat film. Sudah sejauh mana pembuatannya? Apakah Mbak akan menjadi salah satu pemain film tersebut? (Prawatya Endrawila Pawestri, Bekasi)

Saat ini, saya masih sedang ngobrol-ngobrol dengan beberapa production house (rumah produksi) serta produser dan sutradara. Mohon doanya supaya mimpi untuk mengangkat kisah nyata perjuangan saya ini menjadi sebuah film layar lebar akan bisa jadi kenyataan.

Seperti apa bentuk support sang suami (yang sepertinya jarang muncul di media massa) sebelum dan sesudah mbak Merry Riana dikenal publik tanah air, apakah ada perbedaan ? (Himawan, Kelapa Gading Jakarta)

Bertahun-tahun saya mengenal suami, Alva, dan saya ingin mengatakan dengan terus terang betapa berartinya dirinya bagi hidup saya.

Inilah barangkali yang dikatakan orang sebagai jodoh sejati. Saya tidak melihat Alva dari sisi-sisi yang banyak disyaratkan oleh kaum perempuan terhadap calon pendamping hidup. Fisik, materi, bukan itu yang saya lihat. Pada diri Alva saya menemukan ”harta karun” tak ternilai.

Saya menemukan kerendahan hati, semangat, pikiran positif, dan konsep yang jelas tentang arah hidup. Semua itu merupakan sekumpulan bekal yang sangat powerful untuk menghadapi dunia dan melewati kehidupan.

Hidup adalah proses, dan di dalamnya ada pergumulan yang mengacu pada cita-cita untuk menciptakan kondisi baik dari waktu ke waktu. Tak ada seorang pun yang bercita-cita hidupnya akan mengarah pada situasi yang lebih buruk. Bayangkan jika dalam pergumulan mencapai kondisi yang semakin baik itu kita didampingi oleh seseorang berenergi negatif. Betapa beratnya hidup harus diarungi.

Dari segala apa yang telah dia lakukan untuk saya, saya rasa tak akan pernah cukup saya rangkai kata-kata sebagai bentuk terima kasih yang sepadan. Namun akan saya utarakan apa yang saya rasakan. Catatan saya ini juga saya niatkan agar banyak pasangan bisa menyadari betapa berartinya nilai dari sebuah sinergi atas dasar cinta terhadap perubahan hidup.

Alva sudah mengetahui karakter saya sejak pertama kali kami bertemu dan akhirnya menjadi sama-sama suka. Dia tahu betapa uletnya diri saya, betapa tingginya cita-cita saya, dan betapa bergairahnya saya memperjuangkan hidup agar saya bisa tinggal landas meninggalkan kehidupan pas-pasan.

Kerendahan hati Alva sangat terlihat ketika kami berkolaborasi. Dia tidak merasa perlu menjadi seseorang seobsesif diri saya. Dia tidak menciptakan mesin kedua di sisi mesin diri saya yang selalu panas untuk bergerak. Yang dilakukan Alva adalah menjadi tutor, pembimbing, penggerak dan pengamat bagi langkah saya.

Apakah Anda punya hobby mengoleksi tas tas branded yang harganya super mahal? Kalaupun benar saya rasa sangat wajar karena penghasilan Anda sudah sangat tinggi. (Melanie, Jakarta Selatan)

Selalu saya sematkan dua hal ini sebagai petuah sukses yang basic. Berhemat dan menabung merupakan kebiasaan yang sangat menunjang pencapaian sukses. Jika kita terbiasa memboroskan uang berarti kita tidak menghargai proses pencariannya. Buntutnya, tidak ada relasi yang jelas antara kerja keras dan hasil.

Bekerja keras, berhemat dan menabung merupakan serangkaian mata rantai yang idealnya tidak terputus. Tentu saja berhemat yang saya maksud di sini bukanlah berarti kita menjauhkan dari kesempatan melakukan tindakan sosial.

Berhemat mendidik kita untuk menghormati cash flow dan menghargai proses kerja. Kita tahu bahwa pendapatan kita datang sedikit demi sedikit mengikuti proses kerja keras yang kita lakukan. Berhemat akan menjadi pengiring yang harmonis mengikuti alur pergerakan kerja kita.

Jika kita tidak bisa mengendalikan kontrol keuangan, dengan sendirinya kita juga tidak bisa menciptakan satu irama yang harmonis antara kerja keras dan hasilnya. Kerja mati-matian, tapi di akhir bulan uang sudah tandas untuk membayar tagihan-tagihan belanja, misalnya. Konsep pencarian nafkah untuk hidup menjadi kocar-kacir, lalu kita mulai tidak menghormati pekerjaan kita.

Jadi, berhemat merupakan cara kita untuk mengapresiasi pencapaian-pencapaian kita dalam pekerjaan. Lebih jauh lagi, berhemat juga akan melatih kita untuk berlaku efisien dalam keuangan ketika kita sudah memiliki anak buah dan menjalankan suatu badan usaha.

Sementara menabung adalah sikap yang sangat mendukung keselamatan masa depan. Kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di depan nanti. Menabung merupakan cara kita menghargai masa depan. Manfaat lainnya, tabungan juga bisa dijadikan modal usaha. Dengan demikian uang Anda berkembang karena memiliki ”daya”.

Dari sekian banyak perjalanan karir anda mulai dari penyebar brosur sampai menjadi seorang motivator saat ini, pernahkah anda berada di titik terbawah dalam hidup anda? (Annisa Priyandita, Tanah Tinggi, Jakarta Pusat)

Titik terendah dalam hidup adalah ketika saya merayakan ulang tahun yang ke-20. Saat itu, keadaan keuangan sangat pas-pasan dan saya harus bekerja sebagai pembagi brosur di jalanan, asisten di toko bunga, dan pelayan hotel, sambil kuliah. Suami, Alva, sangat berperan dalam menyemangati saya untuk tidak menyerah.

Dear Ibu Merry Riana, pelajaran pertama apa yang didapat pada awal mengambil tindakan saat melangkah di dunia bisnis ? Bagaimana Step by step untuk mengembangkan suatu usaha di luar modal, relasi dan keahlian? Mohon dijelaskan bu, mengenai ilustrasi ayam yang mematok tanah guna mencari cacing vs rajawali yang terbang di angkasa dapat mencari makan apa pun yang ada di atas tanah. (Suryadi, Palembang, Sumatera Selatan)

Kita semua memiliki bakat wirausaha tersembunyi di dalam diri kita sejak lahir Tetapi seiring bertambahnya usia, kita sama sekali lupa akan kemampuan tersebut. Lingkungan di sekitar kita sangatlah berpengaruh untuk menentukan apakah kita akan dapat menggunakan kemampuan tersembunyi tersebut. Izinkan saya menggunakan sebuah cerita untuk dapat menjelaskan hal ini dengan lebih baik.

Seekor rajawali secara tidak sengaja menjatuhkan telurnya ke kandang ayam. Tanpa disadari, telur rajawali tersebut dierami oleh induk ayam bersama-sama dengan telur ayam yang lain.

Burung rajawali kecil akhirnya lahir dan tumbuh bersama-sama anak ayam yang lain. Induk ayam mengajari semua anaknya, termasuk si burung rajawali kecil, untuk mencari cacing sebagai makanan mereka dengan cara mengais tanah menggunakan cakar mereka. Induk ayam juga mengajari mereka bahwa walaupun mereka memiliki sayap, mereka tidak dapat terbang.

Jadi, si burung rajawali kecil tumbuh sebagai seekor ayam, sama seperti saudara-saudaranya yang lain.

Sekarang, si burung rajawali telah bertumbuh dewasa.

Suatu hari, ketika sedang mengais tanah untuk mencari cacing bersama ayam-ayam yang lain, si rajawali muda menyadari ada seekor burung besar yang sangat indah sedang terbang tinggi di angkasa dengan gagah perkasa. Si rajawali muda berkata ke ayam-ayam yang lain. “Lihat di atas sana. Ada seekor burung besar yang sangat indah sedang terbang. Oh, andaikan saya juga bisa terbang di angkasa seperti itu.”

Ayam-ayam itu menjawab, “Hei, jangan mimpi. Burung yang kamu lihat itu adalah seekor rajawali. Mereka memang dilahirkan untuk terbang tinggi di angkasa. Kita ini hanya ayam. Kita dilahirkan untuk mengais tanah dan mencari cacing. Jangan mimpi jadi rajawali. Kamu terbang saja tidak bisa.”

Karena itu, sayangnya, si rajawali muda melanjutkan mengais tanah untuk mencari cacing.

Apa yang menggerakan Merry untuk membagikan ilmu dan motivasi kepada banyak orang lewat buku dan seminar? Agar tetap semangat apa yang Merry berikan untuk diri sendiri? (Tan Yusuph, Gading Serpong, Tangerang)

Alasan utama saya menjadi seorang motivator adalah karena hasrat untuk membantu orang lain dalam mencapai keberhasilan mereka. Berdasarkan pengalaman sendiri, saya tahu bahwa ada banyak orang yang mungkin sedang melalui apa yang pernah saya alami.

Mereka ingin mencapai keberhasilan, memberikan kehidupan yang lebih baik untuk diri mereka sendiri, orang tua mereka dan keluarga mereka tetapi mereka tidak tahu bagaimana melakukan hal itu. Sayangnya, tanpa petunjuk dan bimbingan, banyak dari mereka yang mungkin hanya akan menyerah karena mereka tidak tahu bagaimana caranya mencapai mimpi tersebut atau berpikir bahwa itu tidaklah mungkin bagi mereka.

Saya ingin menggunakan cerita hidup saya untuk menyentuh hati mereka dan menunjukkan kepada mereka bahwa segalanya adalah mungkin dan juga untuk mempersiapkan mereka menjadi pemimpin-pemimpin masa depan.

Bagaimana bisa hanya bekerja sebagai penyebar brosur biro jodoh, florist sampai pelayan hotel bisa mengumpulkan uang 1 juta dollar dalam usia yang terbilang muda? Apakah ada usaha lain, selain bekerja, seperti bermain saham? Mohon berikan tips agar saya bisa seperti Anda. (John, Bandung)

Pada tahun 1998, kondisi pascakerusuhan membuat saya harus melanjutkan pendidikan di Singapura, di Nanyang Technological University. Karena alasan keamanan, saya menjadi satu dari sekian banyak mahasiswa Indonesia yang mendadak membuat manuver perpindahan dari dalam negeri ke Singapura yang notabene berbiaya lebih murah dari Amerika Serikat atau Eropa, dan mendapatkan bantuan kredit dari bank pemerintah Singapura pula.

Kondisinya saat itu lekat dengan keprihatinan. Saya melewatkan hari-hari yang penuh dengan perjuangan karena saya harus berakrobat dengan uang yang sangat terbatas, 10 dolar seminggu, untuk memenuhi kebutuhan makan. Sejumlah akal-akalan yang mengharukan pun saya lakukan selama setahun pertama agar bisa makan dan minum dengan kenyang, seperti minum air keran dan makan hanya roti tawar dan mie instan.

Dalam situasi sulit itu saya kemudian melayangkan visi yang sangat kritis ke depan. Bagaimana masa depan saya? Bagaimana saya akan memapankan diri jika setelah bekerja gaji tersedot untuk membayar utang pendidikan? Bagaimana saya bisa membahagiakan orang tua jika waktu akan habis digunakan untuk bekerja keras guna membayar cicilan utang?

Kondisi itu kemudian memacu saya untuk berpikir keras, bekerja keras, mencari jalan untuk mencapai harapan yang terbesar: yakni menuju kebebasan finansial di usia 30 tahun. Saya mencoba beberapa pekerjaan, mulai dari penyebar brosur biro jodoh, bekerja di florist sampai jadi pelayan hotel.

Ketika tabungan sudah dimiliki, saya juga mencoba beberapa bisnis. Mulai dari mencoba mengembangkan bisnis MLM sampai jual beli saham. Beberapa bisnis yang saya coba, gagal. Sampai akhirnya saya memilih bidang financial consultant. Pilihan ini pada akhirnya membawa saya pada sebuah pertarungan yang sangat hebat sekaligus cocok untuk karakter saya yang pantang menyerah dan komit pada tujuan.

Dalam usia 26 tahun saya telah berhasil mendapatkan penghasilan 1 juta dolar Singapura. Saya sudah berhasil mencapai kebebasan finansial sebelum usia saya mencapai 30 tahun. Atas keberhasilan saya mencapai jumlah klien yang sangat banyak, saya kini memimpin Merry Riana Organization, sebuah organisasi financial consultant yang diperkuat oleh 40 profesional muda yang penuh semangat.

Menurut Merry, apa yang dibutuhkan rekan-rekan muda di Indonesia saat ini untuk dapat meraih mimpinya? Apa yang menjadi inspirasi dan alasan Merry saat ini untuk mengembangkan jiwa entrepreneurship dan keteguhan rekan2 di Indonesia? (Arianto Bigman, Bintaro, Tangerang)

Niat saya untuk lebih sering menggelar seminar di Indonesia merupakan cara untuk membuktikan rasa cinta pada negeri. Harapan saya, akan lebih banyak anak-anak muda yang mengenali benih cita-cita dan konsep perjuangan mereka. Mereka tahu untuk apa mereka melakukan suatu pekerjaan. Mereka tahu apa arti kewibawaan dari sebuah kemandirian. Kualitas diri kita akan berkontribusi membentuk kualitas bangsa.

Berdasar pengalaman Bu Merry selama di Singapura, bagaimana perbandingan etos kerja kaum muda di Singapura dengan di Indonesia? Apa benar bahwa yang menjadikan Singapura menjadi negara maju Asia karena etos kerja kaum mudanya yang hebat? (Erick Iskandar, Cengkareng, Jakarta Barat)

Orang-orang Singapura dikenal memiliki karakter Kiasu, atau tidak mau kalah. Dalam berbagai urusan hidup, seperti mengantre kendaraan, mendapatkan jatah pendaftaran sekolah, melakukan apapun, biasanya mereka sangat terobsesi untuk mendapatkan giliran lebih dulu. Dengan kata lain, mereka tidak mau kalah dalam meraih pencapaian.

Karakter ini sangat kental terlihat dalam kehidupan perkuliahan. Mau tidak mau mahasiswa Indonesia dan negara-negara lain terdorong untuk memperkencang etos belajar. Saya ambil saja hikmah positifnya, saya jadi terpacu, walaupun kadang itu terasa sangat meletihkan.

Bagaimana cara kamu menjaga semangat ketika jenuh/bosan dengan rutinitas pekerjaanmu? Apa mimpimu tentang Indonesia 10 tahun mendatang? (Muchlisin, Pekalongan)

Merasa bersyukur sering kali dilupakan, padahal syukur merupakan unsur emosi yang sangat penting dalam hidup kita.

Tanpa bersyukur, kita tidak akan pernah merasa puas.
Tanpa bersyukur, kita merasa tidak mampu.
Tanpa bersyukur, kita tidak menghargai hubungan relasi kita.
Tanpa bersyukur, kita sering menganggap remeh hal-hal di sekitar kita.

Mbak Merry yang terhormat, Apakah Anda pernah merasa kesulitan ketika berurusan dengan birokrasi pemerintah Singapura mengingat anda adalah warga negara Indonesia? (Harryman, Garut, Jawa Barat)

Tidak pernah. Pemerintah Singapura bahkan sudah beberapa kali mengundang saya untuk mengubah kewarganegaraan saya menjadi warga negara Singapura saja. Tapi saya tidak mau dan tetap memilih untuk menjadi warga negara Indonesia. Seperti yang sering saya katakan ‘You can take me out from Indonesia, but you can never take Indonesia out from me.’


Editor : Tri Wahono
Sumber: