Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 23:44 WIB
AS dan Jerman Buat Harga Minyak Terus Melesat
Ester Meryana | Tri Wahono | Jumat, 24 Februari 2012 | 06:48 WIB
|
Share:
SHUTTERSTOCK Ilustrasi

NEW YORK, KOMPAS.com — Harga minyak menembus level 107 dollar AS per barrel pada Kamis (23/2/2012) waktu New York atau Jumat pagi WIB. Penyebabnya, klaim pengangguran Amerika Serikat yang berada di titik terendah empat tahun dan tingkat kepercayaan bisnis Jerman melebihi perkiraan.

Kedua kondisi ini menandakan konsumsi bahan bakar mungkin akan naik. Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengantaran April naik 1,55 dollar AS, atau 1,5 persen, menjadi 107,83 dollar AS per barrel di New York Mercantile Exchange. Ini harga tertinggi sejak 4 Mei 2011. Sedangkan minyak Brent untuk penetapan April naik 72 sen, atau 0,6 persen, menjadi 123,62 dollar AS per barrel di ICE Futures Europe Exchange, London.

"Setiap orang sedang melihat data ekonomi," ujar Tom Bentz, Direktur BNP Paribas Prime Brokerage Inc, New York.

Menurut data Departemen Tenaga Kerja AS, pengisian aplikasi untuk mendapatkan bantuan bagi pengangguran tidak berubah minggu lalu, yakni tetap pada angka 351.000. Ini paling sedikit sejak Maret 2008. Padahal, Bloomberg mengira klaim tersebut bisa mencapai angka 355.000.

Di sisi lain, institut Ifo yang berbasis di Munich, Jerman, menyebutkan, indeks iklim bisnis Jerman yang didapat dari survei kepada 7.000 eksekutif naik menjadi 109,6 pada Februari 2012. Pada Januari lalu indeks ini berada di angka 108,3. Kepercayaan bisnis di Jerman ini pun menghapus kekhawatiran bahwa ekonomi terbesar di Uni Eropa ini akan terkena pengaruh krisis utang.

"Indeks kepercayaan (bisnis) Jerman dan data lain memberikan alasan bagi orang untuk tetap percaya diri," tambah Tom.

Sumber :
Bloomberg