Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 23:46 WIB
Pasar Modal
IHSG Berpeluang Tertekan
Anastasia Joice | Marcus Suprihadi | Jumat, 24 Februari 2012 | 09:31 WIB
|
Share:
KOMPAS/HERU SRI KUMORO Pialang mengamati pergerakan saham di layar monitor di Trimegah Sekuritas, Jakarta, Jumat (19/8/2011).

JAKARTA, KOMPAS.com- Pada perdagangan Jumat (24/2/2012) ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan terus tertekan. Peluang IHSG untuk kembali melemah cukup terbuka.

Demikian perkiraan dari para analis Millenium Danatama Sekuritas. Hal ini dipengaruhi isu kenaikan harga BBM pada April mendatang. Namun demikian, pergerakan bursa regional yang positif diharapkan mampu mengangkat indeks di atas level 3.968 agar kembali dalam kondisi tren naik.

Saham lapis dua yang didukung saham dalam kategori pefindo-25 masih bertahan dalam posisi tren naik, sementara saham unggulan termasuk saham LQ-45 dalam posisi tren turun.

Saham sektor yang masih bertahan dalam posisi tren naik yakni sektor properti, infrastruktur, pertanian, pertambangan dan perdagangan. Sedangkan sektor yang sudah berada di area jenuh jual yakni sektor konsumsi dan aneka industri. Indeks diperkirakan bergerak ke kisaran 3.950 hingga 3.972.

Sementara analis e-Trading memperkirakan IHSG  akan bergerak mixed dikisaran 3.927-3.988. Reza Priambada dari Indosurya memperkirakan IHSG akan berada pada support 3.928-3.943 dan resistance 3.984-4.003. 

Pergerakan bursa saham Eropa dan AS yang bergerak mix nantinya akan mempengaruhi pergerakan IHSG. Diperkirakan tekanan jual mulai mereda dan pelaku pasar akan mencermati saham-saham yang telah jenuh jual dan menantikan rilis laporan keuangan.