JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Keuangan membeli kembali surat utang negara (SUN) yang belum jatuh tempo secara tunai senilai Rp 498,21 miliar. Seluruh uang tersebut digunakan untuk membeli satu seri SUN secara langsung di pasar sekunder.
Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, Rahmat Waluyanto, mengungkapkan hal itu di Jakarta, Jumat (24/2/2012).
Dalam pembelian ini, pemerintah menarik satu seri SUN yang beredar di pasar, yakni FR0053. Seri ini beredar dengan kupon sebesar 8,25 persen, dan seharusnya baru jatuh tempo pada 15 Juli 2021. Pemerintah memang harus membeli seri ini pada harga yang cukup tinggi, yakni 19,96 persen.
"Tujuan transaksi SUN secara langsung ini adalah untuk melakukan pengelolaan portofolio surat utang negara," ujarnya.

