Kamis, 23 Oktober 2014

/ Bisnis & Keuangan

Ini Perhitungan Beban Subsidi BBM

Rabu, 21 Maret 2012 | 10:50 WIB

JAKARTA/2012, KOMPAS.com - Badan Anggaran DPR dan pemerintah sudah membahas subsidi energi dalam RAPBNP 2012. Dalam rapat yang berlangsung hingga Selasa (20/3) malam, pemerintah memaparkan beban anggaran dengan skenario harga bahan bakar minyak (BBM) naik dan tidak sesuai dengan permintaan Badan Anggaran DPR.

Dalam pemaparan itu, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Bambang Brodjonegoro menguraikan beban anggaran dengan asumsi tidak ada kenaikan harga BBM subsidi maupun jika naik Rp 500 per liter, Rp 1.000 per liter dan Rp 1.500 per liter. "Kami mengacu pada harga ICP  105 dollar AS per barrel," ujar Bambang.

Pertama, apabila tidak menaikkan harga maka anggaran subsidi BBM membengkak menjadi Rp 178,67 triliun dari Rp 123,6 triliun dalam APBN 2012. Kedua, jika harga BBM subsidi naik Rp 500 per liter maka anggaran subsidi naik menjadi Rp 164,9 triliun.

Ketiga, jika harga BBM subsidi naik sebesar Rp 1.000 per liter maka subsidi meningkat menjadi Rp 151,14 triliun. Keempat, jika harga BBM subsidi naik Rp 1.500 per liter maka subsidi hanya naik menjadi Rp137,38 triliun.

Pemaparan itu belum memuaskan Badan Anggaran DPR. Ketua Badan Anggaran DPR Melchias Mekeng meminta pemerintah juga menyajikan kajian harga BBM subsidi ini secara menyeluruh dengan memasukan juga hasil penghematan belanja kementerian/lembaga serta SAL atau saldo anggaran lebih. Selain itu, dia juga meminta dampak kenaikan harga BBM terhadap inflasi serta defisit anggaran. "Supaya diungkap dan kami bisa mencari yang paling minimal," kata Melchias. (Hans Henaricus/Kontan)

 


Editor : Erlangga Djumena
Sumber: