Sabtu, 23 Agustus 2014

/ Bisnis & Keuangan

Sektor Energi Betot Bursa AS ke Zona Merah

Kamis, 29 Maret 2012 | 07:49 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com - Penurunan saham energi dan komoditas menarik pasar saham Wall Street lebih rendah pada Rabu (28/3/2012) waktu setempat (Kamis pagi WIB), di tengah kekhawatiran pertumbuhan lebih dan pembicaraan pelepasan cadangan minyak strategis oleh negara-negara Barat.

Pada penutupan pasar, indeks Dow Jones Industrial Average turun 71,52 poin (0,54 persen) menjadi 13.126,21. Indeks S&P 500 turun 6,98 (0,49 persen) pada 1.405,54, sedangkan indeks komposit teknologi Nasdaq menyerah 15,39 poin (0,49 persen) menjadi 3.104,96.

Saham energi memimpin penurunan, sektor secara luas kehilangan 1,3 persen, karena harga minyak jatuh di tengah tanda-tanda konsumsi AS kemungkinan lebih lemah dan komentar Prancis bahwa pihaknya mungkin melepaskan sebagian stok minyak strategisnya untuk membantu memoderasi pasar, setelah laporan bahwa AS dan Inggris sedang mempertimbangkan langkah yang sama.  

"Berita bahwa persediaan mingguan (AS) melonjak sebesar 7,1 juta brarel lebih besar dari yang diantisipasi 2,7 juta barrel tidak menggerakkan minyak mentah secara signifikan, meskipun hal itu mencerminkan kekhawatiran tentang permintaan," kata Briefing.com.

Occidental Petroleum kehilangan 3,6 persen, serta Chevron dan ConocoPhillips keduanya turun 1,1 persen. ExxonMobil menyerah 0,9 persen. Saham komoditas turun, dengan penambang emas memimpin setelah harga emas tergelincir 1,3 persen. Perusahaan penambang tembaga dan emas Freeport-McMoran turun 3,6 persen, Alcoa kehilangan 2,3 persen dan Newmont turun 1,9 persen.

Sementara saham Tyco International dan Pentair naik setelah keduanya mengatakan, Pentair akan bergabung dengan divisi kontrol aliran Tyco dengan nama Pentair. Tyco, yang akan memiliki 52,5 persen dari perusahaan gabungan, naik 4,3 persen, sementara Pentair yang memegang sisa bisnis baru, naik 15,1 persen.

Kemudian saham Medco melonjak 3,2 persen setelah mengatakan manajer manfaat farmasi Express Scripts menyepakati 29 miliar dolar AS untuk mengambil alih itu yang mungkin ditutup minggu depan. Saham Express Scripts naik 1,3 persen.
    
Adapun Amazon kehilangan 2,1 persen setelah menikmati lonjakan kuat selama dua pekan lalu.

 


Editor : Erlangga Djumena
Sumber: