Rabu, 3 September 2014

/ Bisnis & Keuangan

Sandiaga Ingin Mandala Jadi Maskapai Membanggakan Lagi

Kamis, 29 Maret 2012 | 13:58 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — CEO Saratoga Capital Sandiaga Uno berniat mengembalikan maskapai Mandala Airlines menjadi maskapai yang berjaya seperti sebelumnya. Secara khusus, kata Sandiaga, Mandala yang mengambil konsep maskapai berbiaya murah akan menyasar kelas menengah Indonesia.

"Harapan kita dari Saratoga ini (Mandala) adalah maskapai yang pernah jaya dan tentunya kita ingin mengembalikan karya putra aset bangsa ini kembali jadi suatu maskapai yang bisa dibanggakan," ucap Sandiaga, di Jakarta, Kamis (29/3/2012).

Ia menerangkan, usaha untuk memulai bisnis penerbangan dengan Mandala berawal dari mimpi. Ia pun berempati melihat sahabatnya Presiden Direktur PT Mandala Airlines Diono Nurjadin dirundung masalah. Padahal, menurut dia, maskapai yang berhenti beroperasi pada awal tahun 2011 itu sudah punya nama yang bagus.

"Sampai saat ini customer yang sangat loyal dari Mandala selalu bertanya kapan Mandala terbang lagi, kapan Mandala terbang lagi," sebut dia.

Saratoga pun akhirnya bergandengan tangan dengan maskapai Tiger Airways untuk mengelola Mandala. Sasaran konsumennya adalah masyarakat kelas menengah Indonesia. Pasalnya, kata Sandiaga, ekonomi Indonesia bertumbuh dengan baik. Dan, kelas menengah bertambah sebesar 7 juta orang setiap tahun selama 7 tahun terakhir.

"Jadi 49 juta kelas menengah yang baru, kelas menengah begitu mereka lahir mereka membutuhkan better health care, better education, dan juga mereka mulai melirik bagaimana travelling dan entertainment. Nah, ini yang kita harapkan kelas menengah jadi sumber pasar buat Mandala," sebut dia.

Ia pun melihat pertumbuhan traveller di Indonesia cukup mengesankan. Bahkan, ia menilai Terminal I Bandara Soekarno-Hatta bukan seperti bandara lagi, melainkan lebih mirip seperti terminal bus Kampung Rambutan. "Jadi angkanya 60 juta passenger pada tahun 2015 dan 75 juta pada tahun 2020. Dan ini angka yang berkesan dan menjadi pasar yang baik buat Mandala dengan konsep low cost carrier," tambah Sandiaga.

CEO Tiger Airways, Chin Yau Seng, pun menyatakan rasa bangganya berbisnis dengan Saratoga Group. "Dengan Tiger dan Saratoga bergabung dalam tim untuk melahirkan kembali Mandala, kami berharap bahwa (Mandala) dapat bertumbuh dan melayani lebih banyak masyarakat Indonesia," ucap Seng.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Ester Meryana
Editor : Erlangga Djumena