Jumat, 29 Agustus 2014

/ Bisnis & Keuangan

PROFIL

CEO Matahari, Ritel Sangat Berprospek

Senin, 30 April 2012 | 11:47 WIB

Oleh Abun Sanda

Sebagai ”chief executive officer” sebuah raksasa ritel di Indonesia, Benyamin Mailool tentu sangat sibuk memegang kendali perusahaan. Namun, di balik kesibukan itu, ia sangat langkas berkeliling ke semua toko Matahari Department Store. Ia percaya kepada anak buahnya, percaya pada sistem yang sudah berjalan baik, tetapi ia pun tergugah untuk senantiasa melihat langsung pekerjaan-pekerjaan di lapangan.

Ketika berada di lapangan pun, Benyamin suka datang diam-diam. Ia kerap tampak berkeriapan dengan para pengunjung. Dari sini ia merasa bisa mengambil jarak dan dari jarak itulah ia melihat sisi terang dan buram dari sebuah toko.

Benyamin (50) pun rajin membaca dan menyelisik keadaan pasar agar ia dapat mengemudikan Matahari Putra Prima Tbk dalam posisi yang sangat baik. Perkembangan terkini pun dapat ia serap dengan leluasa. Ayah dua anak ini terbiasa berbicara dalam langgam kalem. Jarang terdengar ia berbicara dalam nada tinggi. Ia memiliki gaya kepemimpinan yang kuat.

Berikut wawancara dengan penyuka jogging dan berenang ini, di Jakarta, Minggu (29/4/2012).

Beberapa tahun terakhir, bisnis ritel lebih bergairah dan pelakunya lebih berani ekspansi. Apakah ini sinyal positif bisnis ritel?

Bisnis ritel memang tumbuh subur, dan tentu ini sungguh merupakan sinyal positif. Suburnya pertumbuhan ini di antaranya ditopang beberapa hal, di antaranya, situasi politik dan ekonomi dalam negeri yang nyaman, penduduk Indonesia nomor empat terbesar di dunia sehingga potensi pasar sangat besar. Lalu kita pun tahu golongan menengah tumbuh signifikan. Ada pula perubahan gaya hidup masyarakat yang mengarah pada gaya hidup ke ritel modern.

Di sisi lain, ekspansi ke daerah-daerah terus berlangsung. Maklum, konsentrasi ritel modern masih di Pulau Jawa (65 persen). Lalu, ada data yang mengungkapkan bahwa di Indonesia, satu juta jiwa penduduk dilayani 40 ritel modern. Sebagai perbandingan, di Singapura, satu juta penduduk dilayani 150 ritel modern.

Begitulah, ritel masih sangat berprospek, pasar masih terbuka amat lebar, terutama di daerah-daerah, termasuk kantong-kantong dengan sumber daya alam berlimpah. Sekarang total department store mencapai 104 toko dan hypermart mencapai 75 toko.

Ada suara beberapa ritel asing akan masuk Indonesia?

Memang berembus informasi sejumlah ritel asing hendak masuk Indonesia, di antaranya peritel dari Thailand dan Jerman. Belakangan, ada kabar peritel raksasa Amerika Serikat berkeinginan pula masuk Indonesia.

Bagi saya, Indonesia mesti menyiapkan diri sebaik-baiknya menghadapi era ini. Kalau tidak bersiap, Indonesia akan menjadi penonton saja. Kami sendiri menyiapkan diri dengan baik, misalnya dengan memperbaiki sistem, jaringan, kesiapan sumber daya manusia, alih teknologi, dan sebagainya.

Matahari sendiri menyiapkan diri dengan saksama, di antaranya dengan lebih kuat memasarkan produk-produk dalam negeri. Pasalnya, banyak jenis produk dalam negeri kita yang sungguh tidak kalah dengan produk luar negeri.

Kini, menurut hitungan kami, terdapat 90 persen lebih produk yang kami lepas ke pasar adalah produk lokal. Intinya, kami hendak memberi panggung kepada produsen dalam negeri agar elan mereka tumbuh subur, dan mutunya makin tinggi. Kami pun memberi perhatian ekstra pada usaha kecil dan menengah (UKM). Kami beri mereka panggung atau areal khusus UKM. Kami bina UKM dari banyak aspek, di antaranya dari segi pengemasan, penyaluran produk, memberi insentif dan award kepada yang berprestasi.

Ritel adalah bisnis dengan margin amat tipis. Apa yang dilakukan Matahari agar efisien?

Kami mampu bekerja efisien, di antaranya karena jam terbang, infrastruktur yang terjaga, armada yang komplet, cabang di banyak kota besar di Indonesia, jaringan yang lengkap serta sistem distribusi yang efektif. Namun, kami tidak puas hanya sampai di situ. Kami terus berbuat untuk meraih puncak efisiensi.

Soal lain, bagaimana Anda mengajarkan kebajikan kepada para staf?

Saya suka bercakap-cakap dengan para staf. Saya sampaikan bahwa apa yang kita peroleh adalah kepercayaan dari Tuhan. Kepercayaan itu diemban dengan penuh tanggung jawab sebab tidak selamanya kita diberi kepercayaan. Menjalankan kepercayaan dengan baik sama dengan menghargai yang memberikan kepercayaan.

Soal integritas staf?

Akh, itu juga menjadi prioritas kami di sini. Kami tekankan sebuah kultur dan pola hidup yang menjunjung tinggi integritas, memelihara sikap-sikap baik. Ini perlu ditegaskan sebab godaan yang menghampiri para staf amat keras. Siapa yang tidak tahan godaan akan jatuh terjerembab.

Penekanan pada spiritual, integritas, dan memelihara sikap-sikap baik akan menghasilkan sumber daya manusia sangat bermutu. Ini pada ujungnya akan membuat kinerja Matahari Putra Prima sangat cemerlang.

 


Editor : Erlangga Djumena
Sumber: