Kamis, 18 Desember 2014

/

Reksa Dana Indeks

Minggu, 13 Mei 2012 | 02:49 WIB

ADLER HAYMANS MANURUNG

Minggu lalu, Bursa Efek Indonesia mengumumkan adanya IDX30, yaitu sebuah indeks yang isinya 30 saham tercatat di bursa. IDX30 mempunyai tahun dasar Desember 2004. Pada periode tersebut, nilai IDX30 senilai 100. Pemilihan tahun dasar ini merupakan sebuah cara tersendiri agar tidak memberikan dampak negatif atau positif kepada IDX30, dan umumnya mempunyai kriteria bahwa kondisi pada tahun dasar sangat normal.

Pemilihan 30 saham untuk masuk IDX30 memiliki kriteria berupa nilai transaksi, frekuensi transaksi, jumlah hari transaksi, dan kapitalisasi pasar. Secara singkat, saham yang masuk IDX30 memiliki likuiditas tinggi dan berkapitalisasi pasar tinggi pula. Adanya IDX30 ini akan memberikan nuansa baru dan ide untuk memunculkan produk investasi bagi investor. Salah satu produk yang bisa diterbitkan yaitu reksa dana indeks yang mengacu kepada IDX30 ini.

Reksa dana indeks ini telah diatur Badan Pengawas Pasar Modal Lembaga Keuangan pada Peraturan IV.C.4 yang diterbitkan pada 19 Desember 2007. Reksa dana indeks adalah sebuah reksa dana di mana kumpulan investasi reksa dana itu mengacu kepada Indeks yang telah dihitung pihak lain. Indeks acuan pada reksa dana indeks seharusnya indeks yang bisa didapatkan publik baik melalui media massa maupun melalui internet. Ada indeks saham yang telah dikumpulkan dan dihitung beberapa pihak, tetapi hanya dipublikasikan pada website perusahaan tersebut sehingga indeks itu bisa juga menjadi acuan reksa dana indeks.

Keberlangsungan indeks perlu dipikirkan karena bisa saja satu lembaga memiliki perhitungan indeks, tetapi dalam lima tahun ke depan kita belum tahu apakah indeks tersebut masih ada. Karena itu, perhitungan indeks sebaiknya dilakukan institusi yang kredibel, baik dari segi pengonsep maupun pemiliknya. Indeks Dow Jones dihitung oleh surat kabar di Amerika Serikat seperti Kompas 100 dan sebagainya. BEI sangat tepat menghitung IDX30 dan sebaiknya BEI bekerja sama dengan pihak lain untuk menerbitkan IDX30 tersebut.

Peraturan IV.C.4 Ayat 8 yang menyatakan bahwa reksa dana indeks harus melakukan investasi paling sedikit 80 persen (delapan puluh perseratus) dari nilai aktiva bersih reksa dana tersebut wajib diinvestasikan kepada efek yang merupakan bagian dari kumpulan efek yang ada dalam indeks tersebut. Bila manajer investasi mendirikan reksa dana indeks dengan mengacu kepada IDX30, dana reksa dana itu harus diinvestasikan pada efek yang ada pada indeks.

Misalnya, manajer investasi dapat mengumpulkan dana awal Rp 50 miliar untuk diinvestasikan pada reksa dana indeks, maka minimum Rp 40 miliar dana tersebut harus diinvestasikan pada efek saham yang menjadi bagian dari IDX30. Sisanya bisa diinvestasikan pada deposito, obligasi, dan ada pada rekening koran untuk menghadapi pencairan reksa dana.

Selanjutnya, investasi pada efek yang ada dalam indeks wajib berjumlah paling kurang 80 persen (delapan puluh perseratus) dari keseluruhan efek yang ada dalam indeks tersebut. Kalau reksa dana indeks memakai IDX30 sebagai acuan, reksa dana indeks yang dibangun harus berisikan minimal 24 saham dari 30 saham yang ada di IDX30. Pemilihan minimal 24 saham merupakan keahlian manajer investasi agar hasil yang diperoleh melebihi dari hasil yang dicapai IDX30. Nilai dari minimum 24 saham ini harus mempunyai nilai minimum 80 persen dari nilai aktiva bersih reksa dana.

Pembobotan

Secara rinci disebutkan pula bahwa pembobotan atas masing-masing efek dalam reksa dana indeks tersebut paling kurang 80 persen (delapan puluh perseratus) dan paling banyak 120 persen dari pembobotan atas masing-masing efek dalam indeks yang menjadi acuan. Rincian ini menyatakan bobot investasi reksa dana indeks pada saham yang merupakan bagian dari IDX 30 minimal 80 persen dari bobot saham tersebut pada IDX30.

Misalkan saham TLKM masuk dalam IDX30 dan mempunyai bobot 5 persen, maka saham ini harus diinvestasikan oleh reksa dana indeks dengan bobot minimum 4 persen dan maksimum 6 persen dari nilai aktiva bersih reksa dana indeks. Bila bobotnya turun menjadi 3 persen karena terjadi penurunan indeks, manajer investasi harus membeli kembali sehingga bobotnya tetap minimum 4 persen dan maksimum 6 persen.

Apabila reksa dana indeks itu semuanya investasi pada IDX30, yang artinya semua saham (30 saham) diinvestasikan, bobotnya harus sama pada reksa dana indeks dan juga pada IDX30. Bila ini yang dilakukan, manajer investasi tidak banyak berpikir untuk mengelola dana yang diinvestasikan investor. Manajer investasi hanya tinggal mengalokasikan dana sesuai bobot yang ada. Pengelolaan seperti ini sering dinyatakan sebagai pengelolaan portofolio pasif. Pekerjaan manajer investasi sangat susah ketika memulai reksa dana ini.

Pada peraturan IV.C.4 Ayat 8.a.4, manajer investasi diwajibkan memberikan keterangan tambahan pada prospektus mengenai tingkat penyimpangan (tracking error) dari kinerja reksa dana indeks terhadap kinerja indeks yang menjadi acuan. Bila tingkat penyimpangan ini sebesar nol persen, besaran reksa dana indeks sama dengan IDX30. Tingkat penyimpangan ini diharapkan mendekati nol agar sama dengan IDX30. Tingkat penyimpangan yang tinggi, yakni hasilnya lebih tinggi dari IDX30, juga sangat diinginkan investor dan pameo semakin tinggi risiko semakin tinggi hasil yang didapat akan terpenuhi juga.

Manajer investasi dan bank kustodian secara bersama-sama membangun reksa dana indeks ini. Bank kustodian harus menghitung NAB reksa dana indeks ini setiap hari dan harus dipublikasikan di media massa atau juga media digital. Harga-harga saham yang menjadi acuan reksa dana indeks seharusnya berupa harga penutupan saham di bursa setiap harinya. Bila program komputer yang dimiliki bank kustodian cukup baik, pada pukul 18.00 NAB reksa dana indeks ini sudah bisa didapatkan.

Bila manajer investasi yang mengelola reksa dana menyimpang dari peraturan tentang reksa dana indeks, manajer investasi tersebut disebutkan telah melakukan penyimpangan dan melanggar hukum yang dikategorikan tindakan pidana sehingga hukum yang berlaku juga hukum pidana.

Investor yang melakukan investasi pada reksa dana indeks akan mempunyai risiko yang besarannya sekitar risiko IDX30. Melihat saham yang dalam IDX30 merupakan saham yang mendorong pertama kali kenaikan saham maupun mendorong penurunan IDX30, investor tidak perlu takut sekali dalam berinvestasi.

Saham yang ada dalam IDX30 merupakan saham yang mempunyai reputasi baik dan merupakan kelompok yang bisa dipertanggungjawabkan. Investor tidak akan pernah bisa melakukan arbitrasi pada reksa dana indeks dengan acuan IDX30, terkecuali sudah dipahami penurunan IDX30 berturut-turut minimum tiga hari. Pemantauan harga saham 30 yang berkapitalisasi besar tersebut sangat penting untuk menjadi investasi yang dimiliki investor.


Editor :