Sabtu, 25 Oktober 2014

News / Bisnis & Keuangan

OJK

DPR: ICW Hanya Lempar Isu

Rabu, 30 Mei 2012 | 18:06 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi XI DPR, Harry Azhar Azis mengaku bahwa ia tidak mendapat keterangan kenapa Indonesia Corruption Watch (ICW) tidak hadir dalam rapat dengar pendapat umum terkait pemilihan anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK), di DPR, Rabu (30/5/2012).

RDPU dengan ICW seharusnya berlangsung pada pukul 13.00 WIB.

"Saya enggak ada berita ICW (kenapa tidak hadir). Padahal ICW kan yang paling garang," sebut Harry kepada sejumlah wartawan, seusai memimpin rapat dengan Badan Intelijen Negara (BIN), di DPR, Rabu.

Ia menduga, ICW tidak siap untuk menghadiri rapat dengan Komisi XI terkait dengan pemilihan anggota DK OJK. Bahkan, Harry pun berpikiran bahwa ICW hanya sekadar melempar isu saja.

"Saya kira bisa jadi ICW tidak siap," sambung dia. "Kesan kita cuma melempar isu saja," tegas Harry.

Ia pun menyebutkan DPR tidak akan menjadwalkan ulang pertemuan dengan ICW. Ini karena DPR hanya mempunyai sedikit waktu untuk memilih anggota DK OJK. "TIdak ada waktu lagi," pungkas Harry.

Sebelumnya diberitakan, ICW mengkhawatirkan adanya sejumlah orang Bank Mandiri baik dalam panitia seleksi dan calon anggota DK OJK akan menimbulkan konflik kepentingan.

"Sejak awal prosesnya memang complicated karena mereka (panitia seleksi DK OJK) tidak pernah mendeklarasikan konflik kepentingan. Juga komposisi pansel yang didominasi oleh regulator yang tidak memberikan ruang yang luas bagi elit-elit masyarakat," sebut Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW), Danang Widoyoko, di Jakarta, Selasa (10/4/2012).

Menurut ICW, soal konflik kepentingan tidak pernah dinyatakan sejak awal. Lalu tidak ada proses di mana panitia seleksi abstain dalam mengambil keputusan.

Menurut Danang, ini bisa menjadi masalah ke depannya. Dengan kondisi itu, ia pun tidak merasa aneh jika ada sejumlah orang yang pernah dan masih aktif memegang suatu jabatan di Bank Mandiri turut serta dalam panitia seleksi ataupun sebagai calon anggota DK OJK.

"Artinya mengapa banyak orang Mandiri ya saya kira wajar saja karena pansel (panitia seleksinya)-nya juga sebagian juga orang Komisaris Mandiri," tambah dia.

"Saya khawatir, ini kan Negara Indonesia bukan PT Bank Mandiri. Jangan sampai kejadian seperti di AS bahwa krisis di AS terjadi karena terlalu banyak alumni Goldman Sachs di sana, saya enggak mau krisis karena terlalu banyak alumni Bank Mandiri di OJK," tutur Danang.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Ester Meryana
Editor : Tri Wahono