Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pindad Produksi Generator

Kompas.com - 08/06/2012, 18:58 WIB
Didit Putra Erlangga Rahardjo

Penulis

BANDUNG, KOMPAS.com- Pindad hingga kini lebih banyak dikenal sebagai produsen alutsista yang menyuplai kebutuhan militer seperti kendaraan maupun senjata. Padahal, mereka juga memiliki produk komersial yang tidak banyak diketahui. Salah satunya adalah generator.

Hal tersebut diutarakan Direktur PT Pindad, Adik Afian Soedarsono, di Bandung, Jumat (8/7/2012). PT Pindad diminta PT Perusahaan Listrik Negara untuk memproduksi generator untuk dipasang bersama 30 unit turbin yang dipesan dari PT Siemens Industrial Powers. Saat itu, Direktur Utama PT PLN, Nur Pamudji, menyebut bahwa dia pernah menemui generator buatan Pindad

"Selama 20 tahun Pindad pernah memproduksi generator dengan lisensi Siemens. Produksi itu terhenti pada tahun 1999 akibat krisis moneter," ujar Adik.

Namun, teknologi dari Jerman tersebut berhasil mereka serap sehingga cukup percaya diri untuk merilis generator dengan merek sendiri. Hanya, tidak banyak diketahui orang, sementara pengadaan generator untuk proyek pemerintah kebanyakan masih mengimpor. Adik memastikan bahwa generator yang mereka buat seluruhnya merupakan komponen lokal.

Pada tahun 2008, bisnis generator PT Pindad kembali bangkit. Secara perlahan mereka menangani pesanan dalam negeri seperti generator untuk kereta api listrik maupun pembangkit listrik tenaga panas bumi di Kamojang, Garut.

Adik memastikan bahwa produksi komersial seperti ini takkan menggeser core business mereka sebagai produsen alutsista mengingat pendapatan mereka sebagian besar masih disumbang oleh pembuatan alat tempur yang mencapai 80 persen.

Selain generator, Pindad juga menyuplai motor traksi yang dipakai kereta api listrik. Sama halnya dengan generator, teknologi tersebut dikuasai setelah sekian lama membeli lisensi dari Belanda dan kini percaya diri untuk memproduksi sendiri.

Saat ini Pindad mendapatkan kontrak pemasangan motor traksi untuk 10 set kereta dan baru terlaksana 3 set hingga kini.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Emiten Menara TBIG Catat Pendapatan Rp 6,6 Triliun Sepanjang 2023

Emiten Menara TBIG Catat Pendapatan Rp 6,6 Triliun Sepanjang 2023

Whats New
LKPP: Nilai Transaksi Pemerintah di e-Katalog Capai Rp 196,7 Triliun Sepanjang 2023

LKPP: Nilai Transaksi Pemerintah di e-Katalog Capai Rp 196,7 Triliun Sepanjang 2023

Whats New
?[POPULER MONEY] Kasus Korupsi Timah Seret Harvey Moeis | Pakaian Bekas Impor Marak Lagi

?[POPULER MONEY] Kasus Korupsi Timah Seret Harvey Moeis | Pakaian Bekas Impor Marak Lagi

Whats New
Kemenhub Fasilitasi Pemulangan Jenazah ABK Indonesia yang Tenggelam di Perairan Jepang

Kemenhub Fasilitasi Pemulangan Jenazah ABK Indonesia yang Tenggelam di Perairan Jepang

Whats New
Apa Pengaruh Kebijakan The Fed terhadap Indonesia?

Apa Pengaruh Kebijakan The Fed terhadap Indonesia?

Whats New
Gandeng Telkom Indonesia, LKPP Resmi Rilis E-Katalog Versi 6

Gandeng Telkom Indonesia, LKPP Resmi Rilis E-Katalog Versi 6

Whats New
Ekonomi China Diprediksi Menguat pada Maret 2024, tetapi...

Ekonomi China Diprediksi Menguat pada Maret 2024, tetapi...

Whats New
Berbagi Saat Ramadhan, Mandiri Group Berikan Santunan untuk 57.000 Anak Yatim dan Duafa

Berbagi Saat Ramadhan, Mandiri Group Berikan Santunan untuk 57.000 Anak Yatim dan Duafa

Whats New
Tarif Promo LRT Jabodebek Diperpanjang Sampai Mei, DJKA Ungkap Alasannya

Tarif Promo LRT Jabodebek Diperpanjang Sampai Mei, DJKA Ungkap Alasannya

Whats New
Bisnis Pakaian Bekas Impor Marak Lagi, Mendag Zulhas Mau Selidiki

Bisnis Pakaian Bekas Impor Marak Lagi, Mendag Zulhas Mau Selidiki

Whats New
Cara Reaktivasi Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan

Cara Reaktivasi Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan

Work Smart
Kehabisan Tiket Kereta Api? Coba Fitur Ini

Kehabisan Tiket Kereta Api? Coba Fitur Ini

Whats New
Badan Bank Tanah Siapkan Lahan 1.873 Hektar untuk Reforma Agraria

Badan Bank Tanah Siapkan Lahan 1.873 Hektar untuk Reforma Agraria

Whats New
Dukung Pembangunan Nasional, Pelindo Terminal Petikemas Setor Rp 1,51 Triliun kepada Negara

Dukung Pembangunan Nasional, Pelindo Terminal Petikemas Setor Rp 1,51 Triliun kepada Negara

Whats New
Komersialisasi Gas di Indonesia Lebih Menantang Ketimbang Minyak, Ini Penjelasan SKK Migas

Komersialisasi Gas di Indonesia Lebih Menantang Ketimbang Minyak, Ini Penjelasan SKK Migas

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com