Minggu, 23 November 2014

/ Bisnis & Keuangan

NILAI TUKAR

Lepas Yunani, Giliran Spanyol Tekan Rupiah

Selasa, 19 Juni 2012 | 08:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Hasil pemilu Yunani hanya berdampak positif sesaat dan tidak mampu menguatkan rupiah. Rupiah kemarin ditutup melemah di level Rp 9.450 per dollar AS (kurs tengah Bloomberg). Tekanan pada perdagangan Selasa (19/6/2012) pun ditambah dari krisis perbankan Spanyol.

Menurut ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, investor kembali khawatir dengan krisis utang yang semakin dalam di Spanyol. Hal ini membuat imbal hasil 10 tahun melesat tertinggi 7,19 persen. Mata uang dollar AS pun diperkirakan akan semakin diminati, sehingga menekan mata uang lain, termasuk rupiah.

Rupiah diperkirakan melemah di kisaran Rp 9.450-Rp 9.500 per dollar AS hari ini. Diminatinya dollar AS terlihat dari adanya gap permintaan dollar AS sebesar 2 triliun dollar AS secara global. Dana Moneter Internasional (IMF) mencatat porsi dollar AS sebagai cadangan devisa naik dari 60,5 persen pada kuartal kedua 2011 menjadi 62,1 persen pada akhir Desember 2011 atau naik 1,6 persen.

Sementara itu Morgan Stanley mencatat ada gap permintaan dollar AS sebesar 2 triliun dollar AS akibat krisis Eropa yang memburuk dan perlambatan ekonomi global, naik dari 400 juta dollar AS pada tahun 2008.Permintaan aset dalam dollar AS ini menurut Lana, masih naik jika krisis Eropa berlarut-larut. Mata uang dollar AS masih akan menjadi "safe heaven" dan rupiah pun akibatnya masih sulit menguat.


Penulis: Robertus Benny Dwi Koestanto
Editor : Fransiskus Sarong