Hatta: Sebagai Anggota G-20, Indonesia Patut Perhatikan Dunia - Kompas.com

Hatta: Sebagai Anggota G-20, Indonesia Patut Perhatikan Dunia

Kompas.com - 09/07/2012, 15:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa, berpendapat, sebagai anggota G-20, Indonesia harus memerhatikan perekonomian dunia. Salah satu wujud perhatian itu adalah dengan memberikan pinjaman kepada lembaga Dana Moneter Internasional (IMF).

"Sebagai negara yang punya kemampuan dan anggota di G-20 kita juga patut memberikan perhatian kepada perekonomian dunia yang lagi mengalami persoalan sekarang ini. Kalau kita membiarkan nanti kita dibiarin orang juga," sebut Hatta, di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Senin (9/7/2012).

Disebutkan dia, ekonomi global sedang mengalami kesulitan, terutama di Eropa. Bila situasi ekonomi memburuk maka volume perdagangan dunia akan mengecil seiring dengan tingkat permintaan yang turun. Konsumsi masyarakat, kata Hatta, bisa lebih menurun lagi bila program penghematan anggaran dijalankan di zona euro.

"Daya beli masyarakat drop. Yang terkena China, India, pada akhirnya Indonesia," sambung dia. Oleh karena itu, Hatta menyebutkan, IMF membutuhkan dana sekitar 430 miliar dollar AS.

Semua negara, kata dia, sudah memberikan. Indonesia yang juga bagian dari G-20 juga harus mampu memberikan andil. "Mampu nggak kita memberikan? Ya mampu," tegas dia.

Menurut Hatta, Pemerintah Indonesia pun mungkin bisa memberikan persyaratan terhadap penyaluran dana pinjaman tersebut. Ini dilakukan seperti halnya ketika Indonesia diberi pinjaman oleh IMF. "Tapi kalau dulu ada conditionality Indonesia pinjam, you nggak boleh ini itu. Tapi kalau kita pinjamin ini, eh jangan dihabisin untuk Eropa dong, bantu juga rakyat-rakyat di Afrika," paparnya.

"Ya saya nggak mau mendahului Presiden," pungkas Hatta ketika ditanyai besaran pinjaman yang akan diberikan Pemerintah Indonesia ke IMF.

Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi, Firmansyah sebelumnya mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono masih mempertimbangkan pemberian pinjaman kepada IMF sebagai komitmen untuk memperkuat permodalan lembaga tersebut.

Firman mengatakan, pertimbangan itu dilakukan karena rencana pemberian pinjaman ini bersifat sensitif. "Isu IMF sensitif terhadap pengalaman Indonesia," kata Firmansyah ketika dihubungi wartawan, Selasa (3/7/2012).

Rencana pemberian bantuan ini sempat menjadi salah satu topik bahasan pada sidang kabinet menteri beberapa waktu lalu. Firman mengatakan, Presiden memilih untuk bersikap hati-hati.

Menteri Keuangan Agus Martowardojo pun mengatakan, Indonesia akan memberikan pinjaman kepada IMF maksimal sebesar 1 miliar dollar AS. "Indonesia sebetulnya sudah menindaklanjuti komitmen tersebut. Pertemuan G20 akan meningkatkan kekuatan IMF di aspek permodalan. Yang kemarin di Meksiko adalah pinjaman dari negara anggota IMF kepada IMF supaya keuangan IMF lebih kuat," kata Agus di DPR, Jakarta, Kamis (28/6/2012).

Agus menjelaskan, sekarang ini sebenarnya sudah terkumpul sebesar 430 miliar dollar AS di IMF. Dana tersebut dibutuhkan IMF bukan hanya untuk menyehatkan ekonomi Eropa, tetapi termasuk juga negara-negara berkembang. Indonesia yang pernah meminjam dari IMF pada tahun 2006 pun akan berkontribusi bagi permodalan lembaga itu.


EditorKistyarini

Close Ads X