Sabtu, 19 April 2014

News / Bisnis & Keuangan

Harga Batu Bara Acuan Terus Menurun

Selasa, 17 Juli 2012 | 16:27 WIB

Baca juga

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Harga batubara acuan (HBA), yang merupakan harga batubara Indonesia referensi untuk pembangkit listrik dengan kandungan kalori 6.322 per kilogram, terus mengalami penurunan.

Pada bulan Mei, HBA mencapai 102,12 dollar AS, turun menjadi 96,65 dollar AS pada Juni, dan kembali turun menjadi 87.56 dollar AS pada buan Juli.

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka, Selasa (17/7/2012) melaporkan, harga batubara terus menurun sejak akhir tahun 2011 hingga sekarang. Harga batubara di tiga bulan pertama tahun ini, lebih rendah dibandingkan dengan harga pada periode yang sama tahun lalu.

Tren penurunan harga batubara terjadi sejak November 2011, akibat kelebihan produksi. Tahun lalu harga batubara pernah mencapai harga tertinggi 120 dollar AS per ton.

Kini, harga batubara di bawah 100 dollar AS per ton, posisi terendah dalam 18 bulan terakhir.

Salah satu penyebab penurunan harga batubara ini adalah akibat kelebihan produksi batubara. Produksi batubara pada periode Januari-Maret 2012 justru meningkat tinggi, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Selama tiga bulan pertama tahun ini, produksi batubara mencapai 102 juta ton, lebih tinggi daripada periode yang sama tahun lalu yang sebesar 90 juta ton.

Kendati harga makin merosot, pengusaha tidak memangkas produksi, justru makin menggenjot produksinya. Musim hujan juga tak menghalangi produksi batubara. Padahal bias anya produksi batubara merosot di saat musim hujan.

Pemicu utama peningkatan produksi batubara ini, adalah makin banyak negara yang membangun pembangkit listrik dengan bahan bakar batubara.Beberapa negara yang menaikkan permintaan yaitu China, India, Paki stan, Thailand, dan Srilangka. China dan India paling banyak menyerap.

Indonesia mengekspor batubara ke kedua negara tersebut masing-masing 60 juta ton pada tahun ini. Alhasil, permintaan batubara meningkat dan produksi batubara di dalam negeri pun bertambah .

Diperkirakan hingga akhir tahun nanti produksi bisa mencapai 390 juta-400 juta ton. Perkiraan ini telah menghitung kemampuan produksi perusahaan tambang dan fluktuasi permintaan pasar maupun harga akibat krisis global.

Proyeksi APBI ini melebihi proyeksi produksi batubara dari pemerintah. Sebagai gambaran, tahun ini, pemerintah memproyeksikan produksi batubara sekitar 332 juta ton.

 

 


Penulis: Eny Prihtiyani
Editor : Agus Mulyadi