Selasa, 29 Juli 2014

/

PERBANKAN

Laba Bank CIMB Niaga dan Bank Permata Naik

Jumat, 27 Juli 2012 | 04:16 WIB

Baca juga

Jakarta, Kompas - PT Bank CIMB Niaga Tbk membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 1,98 triliun sepanjang semester I-2012. Jumlah ini meningkat 28 persen dibandingkan dengan periode sama tahun 2011. PT Bank Permata Tbk juga mengumumkan laba sebelum pajak sebesar Rp 981 miliar per semester I-2012, tumbuh 7 persen dibandingkan dengan periode sama tahun 2011.

Namun, kredit yang dibukukan CIMB Niaga per akhir Juni 2012 hanya tumbuh 18 persen. Padahal, per awal Juni lalu, Bank Indonesia menyampaikan, pertumbuhan kredit bisa 26 persen sepanjang semester I-2012.

Presiden Direktur CIMB Niaga Arwin Rasyid, saat ditanya soal pertumbuhan kredit, menjawab, jika pertumbuhan kredit lebih tinggi, CIMB Niaga harus semakin agresif mendapatkan dana masyarakat yang lebih mahal. ”Maka, kami akan tumbuh lebih pelan dengan dana yang manageable,” kata Arwin Rasyid dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (26/7).

Kredit yang disalurkan sebesar Rp 137,46 triliun. Kontribusi terbesar dari sektor komersial, yang tumbuh 27 persen, disusul korporasi yang naik 13 persen dan konsumer yang naik 12 persen. Namun, kredit modal kerja per semester I-2012 justru turun 7 persen dibandingkan dengan semester I-2011. ”Tak ada sesuatu yang spesial dalam penurunan ini karena selisihnya relatif hanya Rp 1 triliun,” kata Arwin.

Rasio pinjaman terhadap simpanan (loan to deposit ratio/LDR) Bank CIMB Niaga sebesar 96,55 persen. Dengan besaran LDR ini, kata Direktur CIMB Niaga Wan Razly, CIMB Niaga berencana menerbitkan obligasi senilai Rp 2 triliun pada triwulan IV-2012.

Dana pihak ketiga CIMB Niaga juga masih didominasi dana mahal atau deposito. Rasio dana murah berupa tabungan dan giro per akhir Juni 2012 sebesar 43,53 persen. Total dana pihak ketiga sebesar Rp 137,59 triliun.

Bank Permata

Secara terpisah, PT Bank Permata Tbk mengumumkan kredit tumbuh signifikan sebesar 41 persen dibandingkan dengan semester I-2011, menjadi Rp 84,4 triliun per akhir Juni 2012.

Direktur Utama Bank Pertama David Fletcher menyampaikan, permodalan Bank Permata baik dan kuat. ”Kami akan menghasilkan pertumbuhan kuat yang berkelanjutan melalui perbaikan infrastruktur dan kemampuan yang berkesinambungan untuk mengejar peluang pada pasar perbankan Indonesia,” kata Fletcher. Dana pihak ketiga per semester I-2012 sebesar Rp 82,3 triliun. Namun, deposito masih mendominasi, yakni Rp 45,2 triliun. Sisanya, sebesar Rp 37,1 triliun, berupa dana murah yang terdiri dari tabungan Rp 18 triliun dan giro Rp 19,1 triliun.

(IDR)


Editor :