Sabtu, 29 November 2014

News / Bisnis & Keuangan

Ini Rencana Pembangunan Infrastruktur 2013

Kamis, 16 Agustus 2012 | 21:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, pemerintah menganggarkan belanja modal direncanakan sebesar Rp 193,8 triliun, atau naik Rp 25,2 triliun (14,9 persen) dari pagu anggaran dalam APBN-P 2012.

Untuk meningkatkan efektivitas dan kualitas belanja negara, pemerintah secara konsisten berupaya meningkatkan alokasi anggaran untuk kegiatan yang lebih produktif, khususnya pembangunan infrastruktur.

"Peningkatan alokasi anggaran pembangunan infrastruktur ini bertujuan untuk mendorong percepatan dan perluasan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan serta memperluas kesempatan kerja," kata Presiden ketika menyampaikan keterangan pemerintah atas RUU RAPBN Tahun Anggaran 2013 beserta Nota Keuangannya di depan Rapat Paripurna DPR RI, Jakarta, Kamis (16/8/2012).

Presiden mengatakan, pemerintah memprioritaskan alokasi anggaran belanja modal untuk untuk mendukung ketahanan energi, ketahanan pangan, dan keterhubungan domestik (domestic connectivity), pendanaan bagi kegiatan-kegiatan tahun jamak (multiyears) dalam rangka menjaga kesinambungan program dan pendanaan pembangunan, serta meningkatkan kapasitas mitigasi dan adaptasi terhadap dampak negatif perubahan iklim (climate change).

Di bidang infrastruktur, Indonesia berencana untuk meningkatkan kapasitas 188 megawatt, serta pembangunan transmisi sekitar 3.625 kilometer sirkuit (kms); Gardu Induk 4.740 Mega Volt Ampere (MVA); Jaringan Distribusi 9.319 kms; dan Gardu Distribusi 213 MVA.

Untuk mendukung kelancaran distribusi barang, jasa dan manusia, pada tahun 2013 mendatang, pemerintah berencana meningkatkan kapasitas jalan Lintas Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Papua sepanjang 4.431 km.

Selain itu, alokasi anggaran infrastruktur juga diprioritaskan untuk pembangunan pelabuhan, berupa penyediaan sarana dan prasarana transportasi sungai, danau dan penyeberangan (SDP), pengelolaan prasarana lalu lintas SDP di 61 dermaga, serta pengembangan pembangunan dan pengelolaan pelabuhan perikanan di 25 lokasi.

"Untuk menunjang program ketahanan energi, alokasi anggaran belanja modal untuk infrastruktur kita rencanakan untuk menambah jaringan gas pada empat kota, meningkatkan sambungan-sambungan rumah yang teraliri gas bumi melalui pipa sejumlah 16.000 Saluran Rumah (SR); melakukan pembangunan satu Kilang Mini Plant LPG, dan meningkatkan rasio elektrifikasi mencapai sekitar 77,6 persen," kata Presiden.

Selanjutnya, untuk mendukung program ketahanan pangan, pemerintah memanfaatkan alokasi anggaran belanja infrastruktur untuk pencetakan sawah seluas 100 ribu hektar, meningkatkan luas layanan jaringan irigasi lebih dari 107 ribu hektar, mengembangkan sumber air alternatif skala kecil 1.855 unit, mengembangkan jaringan dan optimasi air sepanjang lebih dari 524 ribu hektar, membangun 164 embung/situ, serta membangun 6 waduk di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo.

Di bidang transportasi udara, pemerintah akan membiayai pembangunan 15 bandar udara baru, serta pengembangan dan rehabilitasi sekitar 120 bandar udara. Di bidang transportasi darat, pemerintah juga merencanakan pembangunan lebih dari 380 kilometer jalur Kereta Api baru, termasuk jalur ganda; serta pengadaan 92 unit lokomotif, Kereta Rel Disel (KRD), Kereta Rel Listrik (KRL), Tram, dan Railbus, termasuk kereta ekonomi dan sarana Kereta Api yang dimodifikasi; serta pembangunan terminal transportasi jalan pada 24 lokasi.

"Di bidang transportasi laut, kita rencanakan pembangunan kapal perintis dan penumpang sebanyak 22 unit; serta pembangunan prasarana 61 dermaga penyeberangan," kata Presiden.


Penulis: Hindra Liauw
Editor : Tri Wahono