Kamis, 24 Juli 2014

News / Bisnis & Keuangan

Dahlan Minta Layanan Angkasa Pura II seperti Hotel Bintang 5

Selasa, 4 September 2012 | 12:04 WIB

Baca juga

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri BUMN Dahlan Iskan meminta PT Angkasa Pura II Persero memberikan layanan seperti hotel bintang 5. Hal itu disebabkan layanan PT Angkasa Pura II dianggap belum memuaskan bagi masyarakat dan pemegang saham.

"Saya anggap layanan yang diberikan PT Angkasa Pura II belum baik. Saya minta fasilitas di bandara yang dikelolanya harus lebih baik dari ruangan direksi. Harus seperti hotel bintang lima," kata Dahlan selepas Rapat Pimpinan di kantor PT Perusahaan Gas Negara Tbk Jakarta, Selasa (4/9/2012).

Sekadar catatan, Kementerian BUMN memang sedang memberikan apresiasi kepada anak perusahaan BUMN yang memiliki kinerja bagus. Beberapa anak perusahaan yang dianggap bagus tersebut adalah PT Kereta Api Indonesia Persero, PT ASDP Indonesia Ferry Persero dan PT Angkasa Pura II Persero.

Namun khusus PT Angkasa Pura II, Dahlan menganggap bahwa perseroan belum memberikan kinerja maksimal. Di saat puncak arus mudik lalu, perseroan belum memberikan layanan maksimal khususnya penumpang yang akan mudik lebaran. "PT Angkasa Pura II harus memberikan layanan prima, tanpa disuruh itu sudah harus seperti itu. Apalagi kan penumpang rela bayar tinggi untuk naik pesawat. Beda dengan di kereta api atau kapal laut. Mereka kan masih mendapat subsidi," jelasnya.

Sekadar informasi, untuk membenahi kondisi bandara yang ada di bawah PT Angkasa Pura II, Direktur Utama PT Angkasa Pura II Tri S Sunoko sedang melakukan studi banding dengan bandara di Asia. "Di Asia, kami studi tentang rancang desain dengan bandara di Korea, Hongkong dan Kuala Lumpur," kata Tri saat pembukaan peletakan batu pertama (ground breaking) pengembangan Bandara Soekarno Hatta di Cengkareng, Banten, Kamis (2/8/2012).

Menurut Tri, dari hasil studi banding tersebut terlihat tentang desain bandara yang sesuai standar internasional. Namun pengembangan bandara di Indonesia tetap akan disesuaikan dengan ciri khas tanah air sendiri. Dari studi banding tersebut, bandara di Korea dan negara lain di Asia biasa dibuat selama empat tahun.

Namun khusus Indonesia, karena terdesak oleh jumlah penumpang yang terus meningkat dan diperkirakan jumlah penumpang pada 2014 sebesar 62 juta penumpang per tahun, maka pembangunan perluasan bandara Soekarno Hatta akan dilakukan dengan target realisasi pada 2014.

Untuk memulai grand design Bandara Soekarno Hatta, PT Angkasa Pura II telah melakukan sejumlah pekerjaan. Antara lain pelebaran akses jalan utama P1 dan P2, perluasan apron dan membuat high speed rapid exit taxyway untuk meningkatkan kapasitas pergerakan pesawat.

Selain itu, menambah kapasitas boarding lounge di Terminal 1 dan 2 serta memulai pekerjaan pembangunan Main Power Station (MPS) berkapasitas 20MV, penambahan tangki pengolahan air berkapasitas 4.000 m3 dan melakukan penambahan fasilitas layanan lain. "Sebagai tahap awal, kami akan memulai pembangunan dengan meningkatkan kapasitas Terminal 3 dari saat ini 4 juta penumpang menjadi 25 juta penumpang," jelas Tri.

Melalui ground breaking tersebut, PT Angkasa Pura akan menjadikan Bandara Soekarno Hatta menjadi bandara internasional berkelas dunia.

Dengan jumlah kapasitas penumpang saat ini, Bandara Soekarno Hatta menjadi bandara dengan peringkat ke-12 dalam daftar bandara tersibuk di dunia versi Airport Council International (ACI).

Pengembangan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap ekonomi nasional sesuai Masterplan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Ada lima agenda besar yang akan menjadi fokus PT Angkasa Pura II dalam melakukan tahapan pengembangan Bandara Soekarno Hatta ini.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Didik Purwanto
Editor : Erlangga Djumena