Rabu, 23 Juli 2014

News / Bisnis & Keuangan

BI: Rupiah Saat Ini Masih Normal

Kamis, 6 September 2012 | 11:46 WIB

Baca juga

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) menyatakan posisi nilai tukar rupiah saat ini masih dalam level yang normal. Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS saat ini sudah menembus level Rp 9.500 per dollar AS.

Deputi Gubernur BI Hartadi Sarwono menjelaskan saat ini bank sentral terus melakukan intervensi khususnya bila rupiah terus menembus level kritis. "Saya kira posisi rupiah saat ini masih normal karena current account defisit juga masih surplus, di capital account dari foreign direct investment yang juga masih positif," kata Hartadi saat ditemui di Euro Cham Indonesia Quarterly Briefing di Hotel Grand Mahakam Jakarta, Kamis (6/9/2012).

Menurut Hartadi, kondisi nilai tukar akan tergantung dengan suplai dan permintaan. Selain itu juga akan disesuaikan dengan kondisi fundamental Indonesia yang saat ini masih positif. Tapi, posisi nilai tukar juga akan ditentukan oleh kondisi neraca pembayaran, transaksi berjalan dan kondisi lainnya.

"Tapi yang dibilang pak Darmin kemarin, bahwa BI akan menjaga nilai tukar di level Rp 9.200-9.400 per dollar AS. Itu memang level rata-rata setahun. Jangan bingung dengan kondisi nilai tukar saat ini. Kalau ada pelemahan lagi, rentang antara level tadi itu masih realistik," tambahnya.

Sekadar catatan, Bank Indonesia (BI) memperkirakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hingga akhir tahun 2012 akan dijaga di level Rp 9.200-Rp 9.400 per dollar AS. Kondisi itu lebih baik dibandingkan posisi Rupiah saat ini yang sudah menembus level Rp 9.500 per dollar AS.

Gubernur BI Darmin Nasution menjelaskan defisit transaksi berjalan hingga semester I-2012, diperkirakan akan berkurang menjadi sekitar 2 persen dari produk domestik bruto (PDB). "Perkiraan ini didasarkan pada ekspektasi bahwa kondisi perekonomian global dan harga komoditas ekspor akan membaik serta didukung oleh respon kebijakan yang ditempuh oleh BI dan pemerintah," kata Darmin.

Menurut Darmin, nilai tukar Rupiah itu juga sejalan dengan meredanya ketidakpastian global. Sehingga akan mendorong arus modal masuk yang lebih tinggi dan pada gilirannya meningkatkan surplus neraca modal dan finansial. "Sejalan dengan perkembangan ini, nilai tukar pada sisa tahun 2012 diperkirakan berada pada kisaran Rp 9.200-Rp 9.400 per dollar AS. Bias ke atas," katanya.

Ia mengatakan, pada tahun 2013, prospek nilai tukar masih akan dipengaruhi prospek ekonomi global. Kinerja neraca transaksi berjalan diperkirakan membaik ditopang meningkatnya kinerja ekspor, meskipun impor masih tetap tinggi sejalan dengan tetap kuatnya permintaan domestik.

Aliran modal asing terutama foreign direct investment (FDI) diperkirakan akan meningkat menopang surplus neraca modal dan finansial.

Berdasarkan kinerja neraca pembayaran tersebut, BI memperkirakan nilai tukar rupiah secara rata-rata pada tahun 2013 berada pada kisaran Rd 9.300-Rp 9.500 per dollar AS. "Perkiraan tersebut perlu disertai kewaspadaan termasuk risiko masih berlarutnya penyelesaian krisis di Eropa dan lebih melambatnya perekonomian mitra dagang utama sehingga dapat menekan kinerja ekspor," jelasnya.

Direktur Eksekutif Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Perry Warjiyo menambahkan posisi nilai tukar Rupiah tersebut merupakan rata-rata nilai tukar hingga akhir tahun 2012. "Rata-rata kan nilai tukar kita Rp 9.272 per dollar AS. Tapi hingga akhir tahun biasanya ke 9.400 per dollar AS. Sesuai dengan Rapat Dewan Gubernur kemarin, kebijakan kita menjaga Rupiah sesuai fundamentalnya. Nilai tukar sekarang ini sudah mencerminkan suplay dan demand yang ada," jelasnya.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Didik Purwanto
Editor : Erlangga Djumena