Jumat, 1 Agustus 2014

News / Bisnis & Keuangan

Greenfields, Susu dari Malang untuk Dunia

Sabtu, 8 September 2012 | 15:34 WIB

Baca juga

MALANG, KOMPAS.com - Indonesia ternyata memiliki peternakan sapi sekaligus produsen susu yang besar. Bahkan, lebih dari 50 persen susu yang diproduksi telah diekspor ke Singapura, Malaysia, Hongkong, Filipina, Taiwan dan Myanmar. Adalah PT Greenfields Indonesia yang berlokasi di Desa Babadan, Kecamatan Ngajum Malang yang memproduksi susu pasteurisasi dan susu Ultra High Temperature (UHT).

Terletak di kawasan Gunung Kawi, PT Greenfields Indonesia memproduksi sekitar 20 juta liter susu setiap tahun.

"Minimal 50 persen dari total produksi susu akan kami ekspor ke negara-negara tersebut," kata Kepala Pemasaran dan Penjualan PT Greenfields Indonesia Jan Gert Vistisen di pabriknya, Malang, Jumat (7/9/2012).

Susu yang diproduksinya pun tidak sembarangan. Perusahaan sampai harus mengembangbiakkan lebih dari 6.000 ekor sapi Friesian Holstein yang langsung diimpor dari Australia. Untuk pejantannya, perusahaan juga langsung mendatangkan spermanya dari sapi berkualitas di Amerika Serikat.

Bagi PT Greenfields Indonesia, sapi hasil inseminasi buatan tersebut mampu menghasilkan susu berkualitas tinggi. Jan menjelaskan, susu yang telah diekspor ke beberapa negara ini ternyata bisa dihasilkan dari salah satu daerah di Indonesia. Bahkan, bisa menjadi sumber pekerjaan dan pendapatan bagi warga setempat.

Peternakan sapi dan pabrik susu ini menerapkan pola kemitraan kepada masyarakat setempat. PT Greenfields Indonesia membeli pakan ternak berupa rumput gajah (King Grass) dan jagung dari masyarakat. Pakan tersebut khususnya jagung dibeli oleh perusahaan seharga Rp 550 per kg. Harga ini sudah termasuk tinggi bila dibanding petani jagung harus menunggu jagung siap panen. Jagung tersebut dibeli beserta batang dan daunnya saat masih muda atau kurang dari dua bulan. Dengan pakan tersebut, sapi akan mendapat tambahan karbohidrat super tinggi.

"Petani akan merasa diuntungkan karena mendapat kepastian penjualan jagung. Bila dipanen sampai jagung tua, petani bisa saja rugi bila jagungnya kurang bagus atau pada saat harga jagung di pasar turun," tambahnya.

Imbal baliknya, perusahaan juga akan memberikan kotoran sapi kepada masyarakat sebagai pupuk kompos berkualitas tinggi. Di sisi lain, perusahaan juga mengimpor pakan seperti rumput berprotein tinggi yang disebut alfalfa dari Australia. Pabrik ini memproduksi susu pasteurisasi (dipanaskan hingga 72 derajat celcius) yang bisa tahan hingga 40 hari. Serta susu Ultra High Temperature (UHT) yang dipanaskan hingga 140 derajat yang bisa tahan hingga setahun.

Susu segar Greenfields ini tersedia dalam beragam rasa seperti fresh milk (whole milk atau full cream) untuk anak, chocomalt (perpaduan susu segar dan perasa coklat), susu rendah lemak tinggi kalsium (high calcium low fat) dan susu skim tinggi kalsium (high calcium skimmed milk) yang cocok untuk diet. Selain itu, perusahaan juga memproduksi keju mozarella yang tahan hingga enam bulan. Di sisi lain, produk dari pemisahan susu berupa gajih (whey) saat ini masih dibuang.

"Ke depan kami akan memanfaatkan sisa produk itu menjadi produk susu tersendiri. Gajih itu kini memang dikembangkan sebagai susu protein untuk suplemen," kata Jan.


Penulis: Didik Purwanto
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary