Rabu, 1 Oktober 2014

News / Bisnis & Keuangan

Instrumen Moneter

Kebijakan Bank Sentral AS Lemahkan Kurs Dollar

Jumat, 14 September 2012 | 09:20 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com — Bank sentral AS mengeluarkan kebijakan dengan membeli obligasi Pemerintah AS. Kebijakan ini pada intinya berupa aksi pembelian obligasi Pemerintah AS sebanyak 40 miliar dollar AS per bulan untuk waktu yang tidak disebut batasnya.

Bank sentral AS mengatakan, kelesuan ekonomi walau tidak separah Eropa dan tingginya angka pengangguran menjadi alasan di balik keputusan yang diambil pada Kamis (13/9/2012) di Washington.

Bank sentral AS mengatakan, uang yang dipakai membeli obligasi itu adalah milik bank dan masyarakat. Memegang uang itu akan membuat bank sentral AS terbebani biaya karena harus membayar bunga. Alasan lain, pembelian obligasi pemerintah itu akan membuat Pemerintah AS memiliki anggaran untuk membiayai pengeluaran pemerintah.

Akan tetapi, tindakan bank sentral AS ini akan melemahkan dollar AS di tengah produktivitas warga yang tidak meningkat. Sebuah kurs bisa menguat jika terjadi pertumbuhan ekonomi karena produktivitas bukan karena genjotan uang beredar oleh bank sentral.

Tindakan bank sentral itu juga akan menggerogoti prospek kurs dollar AS, yang pada hari Kamis sudah anjlok menjadi 1,30 dollar AS per satu euro dari 1,2987 dollar AS per satu euro.

Gubernur bank sentral AS, Ben Bernanke, menjelaskan, kebijakan itu bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain, tindakan serupa sudah dilakukan bank sentral AS sejak tahun 2008, tetapi keluhan soal pertumbuhan ekonomi tetap muncul. Ini terbukti dari angka pengangguran yang kini mencapai 8,1 persen.

Sebelumnya, sudah muncul perdebatan pelik bahwa selama empat tahun terakhir ini kebijakan suku bunga rendah dan penambahan uang beredar tidak kuasa menggerakkan perekonomian dan kebijakan moneter sudah dianggap tumpul.

Tindakan bank sentral AS juga membahayakan prospek jangka panjang peringkat utang AS, yang sudah diturunkan dari AAA menjadi AA+ oleh Standard and Poor's.


Penulis: Simon Saragih
Editor : Nasru Alam Aziz
Sumber: