Selasa, 2 September 2014

News / Bisnis & Keuangan

Perekonomian ASEAN

ASEAN Business Club Gelar Pertemuan di Jakarta

Jumat, 14 September 2012 | 10:36 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -- ASEAN Business Club (ABC), akan kembali menggelar putaran pertemuan informal di Jakarta, Selasa (18/9/2012). ABC merupakan kelompok eksekutif pebisnis di negara-negara ASEAN yang didirikan pada Oktober 2011.

Kegiatan ini adalah kelanjutan pertemuan di Bangkok, Thailand, pada 14 Agustus 2012. Dalam pertemuan di Jakarta, ABC akan membahas mengenai prospek integrasi ekonomi ASEAN menjelang ASEAN Community, sekaligus meningkatkan integrasi di kalangan pelaku bisnis untuk membentuk masyarakat ekonomi ASEAN 2015.

Poin pentingnya adalah fokus pada keterhubungan dan keterlibatan sektor swasta ASEAN dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan memaksimalkan potensi ekonomi di kawasan ini.

"Kami merasa terhormat bisa menjadi tuan rumah dalam Gala Dinner kedua bagi ABC di Jakarta. Kami menyambut hangat anggota dan teman-teman yang tergabung di ABC," kata Patrick Walujo, Northstar Group, mewakili Indonesia sebagai advisory council ABC, Jumat (14/9/2012) di Jakarta.

ABC merupakan kelompok eksekutif pebisnis di negara-negara ASEAN yang didirikan pada Oktober 2011.

Gala Dinner di Jakarta sekaligus menandai peluncuran seri kuliah dunia ASEAN (ASEAN World Lecture) yang diberikan oleh individu yang kompeten, yang akan membantu memberi perspektif baru dalam mendorong agenda di ASEAN dan Asia. Pada Gala Dinner ABC di Jakarta, David Bonderman, Pendiri Texas Pacific Group (TPG) Capital, dijadwalkan akan menjadi pembicara kunci. Sementara Tim konsultan dari McKinsey & Company, Inc, akan memaparkan potensi dan prospek ekonomi ASEAN dan Indonesia dari sudut pandang mereka.

Pemimpin sekaligus pemilik CT Corp, Chairul Tanjung, yang juga merupakan advisory council ABC dari Indonesia, menambahkan bahwa Indonesia dan ASEAN memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan ekonomi baru di dunia. Saat ini, Indonesia yang memiliki populasi penduduk terbesar kempat di dunia setelah China, India, dan Amerika Serikat, merupakan kekuatan ekonomi terbesar di ASEAN.

"Dengan potensi penduduk dan kekuatan ekonomi yang besar, Indonesia bisa menjadi pendorong integrasi kawasan dan memaksimalkan potensi besar yang ditawarkan ASEAN," kata Chairul.


Penulis: Robertus Benny Dwi Koestanto
Editor : Nasru Alam Aziz