Rabu, 3 September 2014

News / Bisnis & Keuangan

Indonesia Kuat

Menkeu Ingatkan Investor untuk Tidak Panik

Senin, 17 September 2012 | 10:55 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengingatkan agar investor asing dan domestik tetap berinvestasi di Indonesia. Hal itu diungkapkannya karena melihat kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih kuat.

"Meski ada beberapa isu yang menggoyang Tanah Air, kami meminta agar investor tidak panik terhadap kondisi tersebut. Kondisi fundamental Indonesia masih kuat," kata Agus, saat memberi sambutan di acara Indonesia Investment Forum yang digelar Bank Mandiri, di Hotel Four Seasons,  Jakarta, Senin (17/9/2012).

Menurut Agus, dalam beberapa tahun terakhir ini, Indonesia terus mencatat laju pertumbuhan investasi yang positif. Menurutnya, hal itu terjadi karena kondisi fundamental ekonomi yang kuat serta kesadaran penanam modal asing atas besarnya peluang investasi di Indonesia.

Tahun lalu, pembentukan modal tetap bruto atau investasi tumbuh 8,8 persen dalam komponen PDB nasional. Sementara, hingga semester I tahun 2012, investasi telah tumbuh 11,2 persen. Total investasi langsung tercatat Rp 148 triliun pada semester I-2012 atau naik 28,1 persen dari tahun lalu. Secara detil, investasi asing atau FDI meningkat 30,4 persen menjadi sekitar Rp 107,6 triliun. Dan berdasarkan sektor, manufaktur dan pertambangan merupakan sektor dengan nilai investasi asing terbesar.

"Masing-masing membukukan 50,5 persen dan 16,3 persen dari total FDI pada kuartal II-2012," tambahnya.

Agus mengatakan, aktivitas penanaman modal memang terus meningkat. Namun, pemerintah menyadari masih banyak hal perlu diperbaiki. Sehingga, peran pemerintah semakin penting untuk memastikan bahwa momentum positif tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal. Apalagi, menyusul penyusunan Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), pemerintah berharap Undang-undang Pembahasan Lahan dan regulasi terkait lainnya akan dapat menyelesaikan hambatan pada pembangunan infrastruktur.

Di sisi lain, pemerintah juga memastikan fasilitas insentif pajak dalam bentuk tax holiday, tax allowance, dan pembebasan bea masuk kepada beberapa sektor usaha. Serta, melanjutkan agenda reformasi birokrasi untuk meningkatkan kenyamanan berinvestasi di Indonesia.


Penulis: Didik Purwanto
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary