Sabtu, 2 Agustus 2014

News / Bisnis & Keuangan

Nilai Tukar

Penguatan Rupiah Masih Akan Berlanjut

Senin, 17 September 2012 | 10:59 WIB

Baca juga

JAKARTA, KOMPAS.com - Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, diperkirakan akan memperkuat posisi rupiah. Ini masih merupakan lanjutan dari kebijakan lanjutan The Federal Reserve atas program quantitative easing ketiga.

Riset BNI Treasury memperkirakan rupiah berpotensi bergerak, dengan kecenderungan menguat pada awal pekan ini, Senin (17/9/2012).

NDF satu bulan di pasar offshore yang dibuka turun ke level 9.472-9.490 per dollar AS, diperkirakan ikut memberikan sentimen positif terhadap rupiah pagi ini.

Hari Jumat (14/9/2012) lalu, rupiah ditutup menguat di level 9.505 per dollar AS. Rupiah dibuka di level 9.575 per dollar AS, dan bergerak di kisaran 9.500-9.575 per dollar AS.

Sentimen risk appetite terlihat di pasar, dengan naiknya bursa IHSG dan pasar obligasi domestik, menyusul reaksi pelaku pasar terhadap hasil FOMC meeting terkait quantitative easing (Q3) oleh The Fed.

Menurut BNI Treasury rilis data US consumer price index dan US advance retail sales yang naik, masih belum dapat menopang pelemahan dolar terhadap major currencies, termasuk rupiah Jumat pekan lalu.

Dampak dari keputusan The FED untuk melakukan Q3, diperkirakan akan terus membuat dollar AS melemah terhadap rupiah hari ini.

Sementara bursa saham dan pasar obligasi domestik berpeluang tetap bergairah. Ini terjadi jika pelaku pasar asing kembali memburu high yield instrument berdenominasi rupiah.


Penulis: Robertus Benny Dwi Koestanto
Editor : Agus Mulyadi