Rabu, 24 September 2014

News / Bisnis & Keuangan

Nilai Tukar

Data Positif Global Belum akan Angkat Rupiah

Kamis, 20 September 2012 | 08:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Positifnya data penjualan perumahan di Amerika Serikat dan stimulus baru di Jepang, menjadi sentimen positif bagi pasar keuangan global. Namun nilai tukar rupiah diperkirakan belum akan terangkat pada perdagangan Kamis (20/9/2012) ini.

Nilai tukar rupiah kemarin masih melanjutkan pelemahan dan dan ditutup di Rp 9.549 per dollar AS (kurs tengah Bloomberg). Pelemahan itu terjadi justru pada saat bursa Asia sebagian besar ditutup menguat, termasuk bursa Indonesia (IHSG). IHSG naik 0,49 persen menjadi 4.244,71.

Sementara itu harga minyak mentah ditutup variatif. Harga Brent naik menjadi 109,2 dollar AS per barrel dan untuk WTI, turun signifikan menjadi 91,98 dollar AS per barrel (atau turun sekitar 3,47 persen).

Pasar global menguat, merespon stimulus bank sentral Jepang. Pasar Asia kemungkinan masih positif pada perdagangan hari ini merespon perbaikan data sektor perumahan di AS.

Namun, menurut ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Lana Soelistianingsih, rupiah kemungkinan masih melemah tipis menuju kisaran Rp 9.550-Rp 9.560 per dollar AS.


Penulis: Robertus Benny Dwi Koestanto
Editor : Agus Mulyadi