Kamis, 23 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 23 Mei 2013 | 08:21 WIB
Omzet Industri Jamu Terus Naik
Penulis : Indira Permanasari S | Sabtu, 22 September 2012 | 17:11 WIB
Dibaca:
|
Share:

KOMPAS.COM/WARDAH FAJRI
Charles Saerang, cucu Lauw Ping Nio atau Njonja Meneer, mengembangkan jamu menjadi minuman menyehatkan yang praktis termasuk untuk ibu pascabersalin.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Omzet industri jamu terus naik dari tahun ke tahun. Jika pada tahun 2006 omsetnya Rp 5 triliun, meningkat menjadi Rp 11 triliun pada tahun 2011 . Sampai akhir 2012 diperkirakan omset industri jamu mencapai Rp 13 triliun.

Saat ini tercatat sekitar 10 industri jamu skala menengah dan sekitar 1. 000 industri jamu skala kecil. Jamu sejak lama diminati masyarakat dan dirasakan manfaatnya.
-- Charles Saerang

Hal itu dikatakan Ketua Umum Gabungan Pengusaha Jamu, Charles Saerang dalam acara 2nd Anniversary and Scientific Seminar bertajuk Preparing Indonesia for Studies in Herbal Medicine yang diadakan Asosiasi untuk Studi Obat di Indonesia (IASMED), Sabtu (22/9/2012).  

Charles mengatakan, sampai dengan tahun 2015, potensi penjualan lokal jamu diperkirakan menc apai Rp 20 triliun dan ekspor sekitar Rp 16 triliun.

"Saat ini tercatat sekitar 10 industri jamu skala menengah dan sekitar 1. 000 industri jamu skala kecil. Jamu sejak lama diminati masyarakat dan dirasakan manfaatnya," ujar Charles.

Namun, dia mengatakan, masih terdapat sejumlah tantangan antara lain masuknya jamu impor yang dengan cepat mendapat tempat di hati masyarakat, berbagai kasus penambahan bahan kimia obat ke dalam jamu yang dapat merusak citra jamu, dan sikap masyarakat dunia yang beralih kepada pengobatan alam mendorong terjadinya perburuan bahan baku di Indonesia yang memiliki bahan tanaman obat sangat besar.

Untuk itu, Charles berharap, pemerintah ikut membina industri jamu guna meningkatkan kualitas jamu. Terlebih lagi bagi para produsen jamu skala kecil yang jumlah nya sangat banyak.

Selain itu, diperl ukan bantuan pemerintah dan instansi lain terkait penelitian dan pengembangan industri jamu dan pembangunan sistem yang baik agar jamu diterima masyarakat mela lui puskesmas dan balai kesehatan masyarakat. 

 

 

 

 

Editor :
Robert Adhi Ksp