Senin, 22 September 2014

News / Bisnis & Keuangan

Tony Fernandes

CEO Air Asia Cinta Bandung dan Dangdut

Sabtu, 29 September 2012 | 19:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - CEO Air Asia Tony Fernandes memang lahir di Malaysia. Tapi ternyata dia punya kedekatan dengan Indonesia, khususnya Bandung. Apa alasannya?

"Saya mengagumi penyanyi dangdut Cici Paramida. Dia asli Bandung. Saya suka bernyanyi dengannya. Itulah sebabnya saat ini kami membuka rute dari Bandung," ungkap Tony saat ditemui di kantor Bank Mandiri Jakarta, Jumat (28/9/2012).

Sudah sejak April 2004, maskapai Air Asia membuka rute dari Bandung-Kuala Lumpur. Rute tersebut telah memboyong jutaan wisatawan dari Negeri Jiran ke Kota Kembang. Saat itu, Tony memang tergila-gila dengan musik dangdut. Kebetulan musik dangdut juga banyak beredar di Malaysia. Salah satu penyanyi favoritnya adalah pelantun "Candu Asmara" tersebut.

Saking tergila-gilanya dengan Cici Paramida, Tony sampai mengejar Cici ke Bandung, sehingga membuka kesempatan rute penerbangan dari Bandung ke Kuala Lumpur. Saat ini rute Bandung-Kuala Lumpur memiliki frekuensi penerbangan menjadi sehari empat kali.

"Saya juga sempat rekaman musik dengan Cici di Bandung. Saya sudah seperti raja dangdut saat itu," katanya berkelakar.

Pada 2011 lalu, Air Asia juga membuka kembali rute Bandung ke luar negeri. Kali ini giliran Singapura yang mendapat jatahnya. Tidak tanggung-tanggung, maskapai berwarna merah ini langsung mengoperasikan dua unit Airbus A320 untuk melayani penumpang dari dua negara.

Dengan antusiasme masyarakat Bandung melakukan perjalanan dan begitu besarnya wisatawan domestik dan wisatawan asing ke Bandung, maka Air Asia juga telah membuka 13 rute penerbangan domestik dan internasional dari Bandung.

Saat ini, Air Asia juga tengah membidik rute dari Bandung-Bangkok dan Bandung-Brunei Darussalam. AirAsia membidik Bandung dan Bangkok karena sama-sama merupakan kota destinasi wisata. Air Asia telah melayani 150 rute, dengan 76 destinasi yang menghubungkan 22 negara.

Bandara Husein Sastranegara Bandung dalam satu hari memiliki jadwal 17 domestik dan 8 rute internasional. Kapasitas bandara tersebut saat ini mampu menampung 700.000 penumpang per tahun.

Bandung menjadi salah satu kota yang memiliki bandara terbesar di Pulau Jawa. Bandara di Bandung ini diharapkan bisa mendatangkan wisatawan dari luar negeri, khususnya mengantisipasi wisatawan yang ingin langsung terbang ke Bandung, tanpa harus melalui Bandara Soekarno Hatta di Cengkareng Jakarta.

Saat ini Air Asia memiliki 5 hub yakni Surabaya, Jakarta, Medan, Makassar, dan Bandung. Pengembangan rute baru domestik tahun ini yakni Surabaya-Bandung dan sekitar November, frekuensi penerbangan Surabaya-Medan yang awalnya satu kali akan ditambah menjadi dua kali.       

Proyeksi jumlah penumpang hingga akhir tahun akan tembus 6 juta penumpang atau naik sekitar 15-20 persen dari tahun lalu. Hingga akhir tahun ini, Air Asia akan menambah dua armada. Saat ini Air Asia mengoperasikan 19 armada pesawat dengan jenis Airbus A320 berkapasitas 180 penumpang.


Penulis: Didik Purwanto
Editor : A. Wisnubrata