Rabu, 30 Juli 2014

News / Bisnis & Keuangan

Pangan

Harga Gabah dan Beras Naik

Kamis, 4 Oktober 2012 | 14:22 WIB

Baca juga

JAKARTA, KOMPAS.com - Di beberapa wilayah di Indonesia, harga gabah dan beras naik. Harga gabah di tingkat petani rata-rata berada pada level harga Rp 3.422 per kg, dan beras berada pada level harga Rp 8.459 per kg. Harga tersebut di atas adalah harga yang ditetapkan pemerintah.

Berdasarkan Inpres Nomor 3/2012 tentang kebijakan pengadaan gabah/beras dan penyaluran beras oleh pemerintah, harga gabah kering panen (GKP) dengan kadar air dan kotoran masing-masing maksimum 25 persen dan 10 persen adalah Rp 3.300 per kg di petani dan Rp. 3.350 per kg di penggilingan.

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi, Kamis (4/10/2012) melaporkan hasil produksi beras di Sumut saat ini mencapai 2,06 juta ton. Sementara kebutuhan beras mencapai 1,85 jta ton, sehingga tahun ini Sumut surplus beras 213.636 ton. Angka ini setara dengan kebutuhan beras selama dua bulan.

Luas tanaman padi di Sumut mencapai 830.033 hektar dengan luas panen 785.350 hektar dan produktivitas tanaman 47,95 kuintal per hektar. Produksi pada pada tahun ini diperkirakan naik 2,90 persen, dibandingkan dengan hasil panen pada 2011.

Kenaikan harga gabah juga terjadi di Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Tamiang. Harga gabah berada pada level harga Rp 4.000 per kilogram dari harga Rp 3.600 per kilogram.

Sementara itu akibat pasokan gabah yang mulai berkurang di Bengkulu, berdampak pada kenaikan harga beras. Pasokan beras di Bengkulu hingga saat ini sebagian besar dari provinsi tetangga, antara lain Sumsel dan Lampung, sedangkan pasokan lokal belum ada peningkatan.

Harga beras jenis medium (IR-64) dari Lampung dijual Rp 7.800 per kg, dan beras lokal sementara masih dijual Rp 7.600 per kg. Harga beras merk paten Rp 10.000 per kg, sedangkan merek rojo lele dijual Rp 9.850 per kg.

Beras merek manggis bertahan Rp 9.75 0 per kg, beras medium (IR 64) Rp 8.000 per kg, dan beras lokal bertahan Rp 7.600 per kg.

 

 


Penulis: Eny Prihtiyani
Editor : Agus Mulyadi