Sabtu, 20 September 2014

News / Bisnis & Keuangan

Pelabuhan

Pelindo II Lantik Direksi di Lima Anak Perusahaan

Senin, 19 November 2012 | 16:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com —  PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC hari Senin (19/11/2012) melantik jajaran direksi dari lima anak perusahaan yang baru dibentuk tahun 2012 . Meski baru dilantik hari ini, jajaran direksi anak perusahaan yang berasal dari IPC ini telah memulai tugasnya sejak 5 November 2012.

Keberadaan anak-anak perusahaan menunjukkan kesiapan IPC melangkah lebih jauh ke kompetisi jasa kepelabuhanan global melalui penyediaan jasa kepelabuhanan yang lengkap dan menyeluruh.

"IPC sebagai perusahaan induk berharap anak-anak perusahaan dapat berinovasi menyediakan layanan yang efektif dan efisien, mendukung sandar kapal dan bongkar muat barang sebagai produk utama jasa kepelabuhanan," kata Direktur Utama IPC, RJ Lino, Senin dalam surat elektroniknya.

IPC menunjuk Armen Amir sebagai direktur utama, Bimo Widhiatmoko sebagai direktur operasi dan komersial, serta M Syaefullah sebagai direktur keuangan dan SDM PT Indonesia Kendaraan Terminal.

Perusahaan ini merupakan pengembangan unit usaha Tanjung Priok Car Terminal sebagai operator terminal khusus kendaraan. IPC memiliki 99 persen saham PT Indonesia Kendaraan Terminal dan PT Multi Terminal Indonesia memiliki 1 persen saham.

IPC juga membentuk anak perusahaan baru yang merupakan hasil patungan dengan perusahaan lain. PT Energi Pelabuhan Indonesia kemudian dibentuk IPC (65 persen) bersama PLN (35 persen).

IPC menunjuk Putera Mulya Ismail sebagai direktur utama serta Ida Daryaningsih sebagai direktur keuangan dan SDM. PT Energi Pelabuhan Indonesia akan menjadi pengelola jaringan distribusi dan penyedia layanan listrik untuk pelabuhan-pelabuhan yang dikelola IPC, dengan Tanjung Priok sebagai proyek pertama.

Pembentukan anak perusahaan ini bertujuan untuk menjamin ketersediaan dan stabilitas pasokan listrik di wilayah pelabuhan, yang merupakan mata rantai logistik nasional.

Lalu, IPC menunjuk Yeyen Mulia Bunyamin sebagai direktur komersial dan pengembangan usaha serta Imanuddin sebagai direktur administrasi keuangan PT Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) .

Perusahaan ini merupakan anak perusahaan bentukan bersama antara IPC (51 persen) dan Telkom (49 persen ) yang memberi layanan ICT secara khusus untuk komunitas logistik Indonesia; meliputi managed IT logistic service, managed business logistics, managed portal, e-payment serta e-commerce yang didedikasikan untuk meningkatkan nilai value chain logistik Indonesia, baik domestik maupun antarnegara.

PT ILCS selanjutnya akan menjamin integrasi berbagai sistem informasi ke dalam super portal ; pengelolaan super portal yang aman, andal dan selalu live 24 jam sehari; pengembangan sistem informasi; sistem e-payment yang lengkap, efisien dan luas; hubungan positif dengan pelaku logistik utama (hub) dan regulator; serta jaringan sistem informasi dan komunikasi yang aman, handal dan mencakup seluruh wilayah Indonesia

Bongkar Muat
IPC bersama PT MTI juga membentuk PT Jasa Peralatan Pelabuhan Indonesia. Anak perusahaan IPC ini akan menjadi perusahaan penyewaan alat bongkar muat barang di wilayah pelabuhan. IPC telah menunjuk Wisnu Pranoto sebagai direktur utama serta Irwan Favoriet sebagai direktur keuangan dan SDM PT Jasa Peralatan Pelabuhan Indonesia.

Terakhir, IPC menunjuk Dani Rusli Utama sebagai direktur utama PT Pengembang Pelabuhan Indonesia (PPI). PT PPI yang merupakan perusahaan patungan antara IPC (99 persen) dan PT MTI (1 persen ) akan menjadi perusahaan penyedia serta pemelihara lahan dan bangunan pelabuhan baru. Tiga proyek besar PT PPI dalam waktu dekat ini adalah pembangunan Pelabuhan NewPriok, Sorong, dan Batam.

Keberadaan lima anak perusahaan baru tersebut di atas melengkapi tiga anak perusahaan IPC yang ada saat ini, yakni PT Jakarta International Container Terminal (JICT), PT Multi Terminal Indonesia (MTI), dan PT Electronic Data Interchange Indonesia (EDII), serta satu unit usaha kerja sama operasi (KSO) , yakni Terminal Peti Kemas (TPK) Koja.

Kelima anak perusahaan baru ini juga menjadi bagian dari tiga belas anak perusahaan yang akan dibentuk oleh IPC hingga tahun 2013.


Penulis: Haryo Damardono
Editor : Robert Adhi Ksp