Senin, 21 April 2014

News / Bisnis & Keuangan

Harga Bijih Besi Diproyeksikan Naik

Rabu, 12 Desember 2012 | 12:38 WIB

Baca juga

JAKARTA, KOMPAS.com — Pada tahun 2013, harga bijih besi diproyeksikan naik. Hal itu terjadi menyusul perbaikan ekonomi di China, setelah sebelumnya selama tujuh kuartal cenderung stagnan.

Harga komoditas ini diperkirakan akan mencapai rata-rata 106 dolar per metric ton pada tahun 2013. Proyeksi ini meningkat dibandingkan dengan estimasi yang dibuat pada September lalu yaitu sebesar 101 dolar per metric ton.

Peningkatan proyeksi harga tersebut dilakukan Australia, yang merupakan produsen bijih besi terbesar di dunia. Pihak Australia menaikkan proyeksi harga komoditas ini untuk tahun depan, di tengah ekspektasi bahwa proyek-proyek infrastruktur dan stimulus oleh pemerintah China akan meningkatkan pembelian. China merupakan importir utama bijih besi dari Australia.

Pada perdagangan Selasa (11/12/2012) kemarin, harga bijih besi mengalami kenaikan mencapai harga tertinggi dalam lebih dari empat bulan belakangan. Kenaikan harga ini disebabkan sinyal bahwa ekonomi China akan mengalami rebound, setelah selama tujuh kuartal mengalami perlambatan pertumbuhan.

Kenaikan proyeksi harga yang dilakukan Australia tersebut, seiring dengan naiknya proyeksi ekspor. Untuk tahun 2012 ekspor diproyeksi sebesar 481 juta ton, turun dari 483 juta ton pada proyeksi September. Akan tetapi di 2013 ekspor diproyeksi mencapai 543 juta ton, naik dari proyeksi 528 juta ton pada bulan September lalu.

 


Penulis: Eny Prihtiyani
Editor : Agus Mulyadi