Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Minyak Bumi Menipis, UEA Andalkan Pelabuhan Kargo

Kompas.com - 12/12/2012, 16:33 WIB
Josephus Primus

Penulis

KOMPAS.com - Uni Emirat Arab (UEA) mengandalkan pelabuhan kargo untuk mengantisipasi menipisnya cadangan minyak bumi dan gas negeri tersebut. Realisasi tersebut termaktub dalam Visi 2030 pemerintahan Presiden UEA Sheikh Khalifa Bin Zayed Al-Nahyan.

Pada Rabu (12/12/2012), sebagaimana warta AP, Al-Nahyan meresmikan pelabuhan kargo di utara Abu Dhabi. Nama pelabuhan itu pun diambil dari nama penguasa UEA, Khalifa. "Pelabuhan ini akan membantu mengurangi ketergantungan pendapatan UEA dari minyak dan gas bumi," kata Al-Nahyan di Abu Dhabi.

Menurut rencana, Pelabuhan Khalifa mampu menggarap 12 juta ton kargo umum per tahun. Ini merupakan fase pertama dari estimasi pengembangan hingga mampu menguasai 15 juta peti kemas 24 kaki berikut 35 juta ton kargo umum.

Pelabuhan Khalifa terletak berdekatan dengan Kawasan Industri Kizad. Kedua pusat perekonomian ini dibangung dengan biaya 7,2 miliar dollar AS.

Abu Dhabi adalah penghasil terbesar keempat minyak bumi dunia. Setahun silam, 60 persen produk domestik bruto (GDP) Abu Dhabi berasal dari sektor ini. Angka ini merupakan 29 persen sumbangan GDP untuk UEA.

Sebagaimana halnya dengan Pelabuhan Jebel Ali di Dubai, Pelabuhan Khalifa bukanlah pelabuhan gratis untuk penanganan kargo asal Eropa dan Asia. Kedua pelabuhan ini merupakan pelabuhan transit untuk kebutuhan industri dan produk konsumsi UEA.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Indef: Banjir Barang Impor Harga Murah Bukan Karena TikTok Shop, tapi...

Indef: Banjir Barang Impor Harga Murah Bukan Karena TikTok Shop, tapi...

Whats New
Emiten Menara TBIG Catat Pendapatan Rp 6,6 Triliun Sepanjang 2023

Emiten Menara TBIG Catat Pendapatan Rp 6,6 Triliun Sepanjang 2023

Whats New
LKPP: Nilai Transaksi Pemerintah di e-Katalog Capai Rp 196,7 Triliun Sepanjang 2023

LKPP: Nilai Transaksi Pemerintah di e-Katalog Capai Rp 196,7 Triliun Sepanjang 2023

Whats New
?[POPULER MONEY] Kasus Korupsi Timah Seret Harvey Moeis | Pakaian Bekas Impor Marak Lagi

?[POPULER MONEY] Kasus Korupsi Timah Seret Harvey Moeis | Pakaian Bekas Impor Marak Lagi

Whats New
Kemenhub Fasilitasi Pemulangan Jenazah ABK Indonesia yang Tenggelam di Perairan Jepang

Kemenhub Fasilitasi Pemulangan Jenazah ABK Indonesia yang Tenggelam di Perairan Jepang

Whats New
Apa Pengaruh Kebijakan The Fed terhadap Indonesia?

Apa Pengaruh Kebijakan The Fed terhadap Indonesia?

Whats New
Gandeng Telkom Indonesia, LKPP Resmi Rilis E-Katalog Versi 6

Gandeng Telkom Indonesia, LKPP Resmi Rilis E-Katalog Versi 6

Whats New
Ekonomi China Diprediksi Menguat pada Maret 2024, tetapi...

Ekonomi China Diprediksi Menguat pada Maret 2024, tetapi...

Whats New
Berbagi Saat Ramadhan, Mandiri Group Berikan Santunan untuk 57.000 Anak Yatim dan Duafa

Berbagi Saat Ramadhan, Mandiri Group Berikan Santunan untuk 57.000 Anak Yatim dan Duafa

Whats New
Tarif Promo LRT Jabodebek Diperpanjang Sampai Mei, DJKA Ungkap Alasannya

Tarif Promo LRT Jabodebek Diperpanjang Sampai Mei, DJKA Ungkap Alasannya

Whats New
Bisnis Pakaian Bekas Impor Marak Lagi, Mendag Zulhas Mau Selidiki

Bisnis Pakaian Bekas Impor Marak Lagi, Mendag Zulhas Mau Selidiki

Whats New
Cara Reaktivasi Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan

Cara Reaktivasi Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan

Work Smart
Kehabisan Tiket Kereta Api? Coba Fitur Ini

Kehabisan Tiket Kereta Api? Coba Fitur Ini

Whats New
Badan Bank Tanah Siapkan Lahan 1.873 Hektar untuk Reforma Agraria

Badan Bank Tanah Siapkan Lahan 1.873 Hektar untuk Reforma Agraria

Whats New
Dukung Pembangunan Nasional, Pelindo Terminal Petikemas Setor Rp 1,51 Triliun kepada Negara

Dukung Pembangunan Nasional, Pelindo Terminal Petikemas Setor Rp 1,51 Triliun kepada Negara

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com