Sabtu, 20 Desember 2014

News / Bisnis & Keuangan

Ini Penyebab Harga Daging Mahal

Rabu, 26 Desember 2012 | 13:49 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Pertanian Suswono mengatakan, harga daging sapi lokal melambung akibat kendala biaya mahal transportasi. Oleh karenanya, akan lebih murah mendatangkan daging impor dibandingkan mendatangkan dari wilayah Indonesia.

"Sebenarnya banyak produk dari petani kita yang murah, tapi waktu di tangan konsumen harganya bisa melonjak 4-5 kali lipat. Ini kan hanya karena faktor transportasi," kata Suswono saat ditemui selepas Rapat Koordinasi di Kementerian Perekonomian Jakarta, Rabu (26/12/2012).

Suswono mencontohkan pasokan daging di Jakarta sebenarnya bisa dipenuhi dari hewan ternak yang ada di Nusa Tenggara Timur (NTT) atau Nusa Tenggara Barat (NTB). Namun karena ongkos transportasi dari sana ke Jakarta lebih mahal dibanding mendatangkan daging dari Darwin, Australia, maka pemerintah lebih memilih untuk mengimpornya.

Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah berencana membangun Rumah Potong Hewan (RPH) di NTT atau NTB. Nantinya daging ini akan diangkut melalui pesawat khusus dari maskapai pelat merah atau maskapai lain dengan insentif. "Sementara ini kan kita angkut pakai kapal. Kita inginnya diangkut dengan pesawat, nanti biar lebih efisien," tambahnya.

Suswono mencontohkan cara tersebut pernah dilakukan oleh maskapai Thai Airways. Maskapai tersebut memberikan potongan harga khusus untuk mengangkut produk pertanian dari petani setempat. Ini untuk menekan kenaikan harga produk di kota, dibanding harus mengimpornya.

Harapannya, mekanisme seperti itu akan dilakukan pada awal tahun depan. Hal ini akan mengurangi beban ongkos logistik yang selama ini masih dianggap lebih besar yang mengontribusikan ke harga barang. "Mudah-mudahan di 2013 sudah ada hasil," tambahnya.


Penulis: Didik Purwanto
Editor : Erlangga Djumena