Rabu, 1 Oktober 2014

News / Bisnis & Keuangan

Pangan

Harga Beras Naik

Senin, 14 Januari 2013 | 23:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Harga beras naik hingga 16,67 persen akibat cuaca buruk. Selain itu, biaya pengangkutan turut meningkat hingga 33,33 persen.

Hal itu merupakan  hasil pantauan Kompas di beberapa pasar di Jakarta, Sabtu (12/1/2013) hingga Senin (14/1/2013).

Idan (45) salah seorang pedagang beras di pasar induk beras Cipinang, Jakarta Timur, mengatakan, beras jenis IR naik 6,41 persen dari Rp 7.800 per kg menjadi Rp 8.300 per kg.

Beras jenis super naik 4,82 persen, dari Rp 8.300 per kg menjadi Rp 8.700 per kg. Beras pandan wangi naik 13,33 persen, dari Rp 9.000 per kg menjadi Rp 10.200 per kg, sedangkan jenis IR pra naik 3,41 persen, dari Rp 8.800 per kg menjadi Rp 9.100 perkg. Beras ketan naik 16,67 persen, dari Rp 15.000 per kg menjadi Rp 17.500 per kg.

Idan menjelaskan, sejak cuaca buruk pasokan beras yang ia dapatkan menjadi berkurang. Biasanya pasokan mencapai 30 ton per hari, kini tinggal 9 ton per hari.

Beras yang ia jual antara lain dipasok dari empat daerah di Jawa Tengah yakni Demak, Solo, Pekalongan, dan Cilacap. Biaya pengangkutan beras pun ikut meningkat 33,33 persen. Biasanya biaya pengangkutan hanya Rp 150.000, sekarang menjadi Rp 200.000.

Hal senada dikatakan Adi (35), pedagang beras lainnya di pasar induk beras Cipinang. Kenaikan harga beras karena pasokan berkurang akibat cuaca buruk.

Adi menuturkan, cuaca buruk juga mengakibatkan pengangkutan beras ke Makassar dan Medan menjadi terhambat. Sebelum cuaca buruk, pasokan mencapai 75 ton per bulan, sekarang tinggal 25 ton per bulan.

Omzet Adi pun menurun, dari biasanya dalam satu hari Rp 75 juta menjadi Rp 25 juta. Jumlah beras yang ia jual sekarang 3 ton per hari, padahal biasanya 9 ton.

Selain beras, beberapa komoditas lain juga turut mengalami kenaikan harga. Bambang (37) salah seorang pedagang di Pasar Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, mengatakan, kenaikan berlangsung sejak tahun baru. Namun, karena cuaca yang buruk pada akhir tahun baru, kenaikan berlanjut sampai sekarang.

"Selain karena cuaca, saya juga mengikuti harga pasar," ujar Bambang. 


Penulis: Emanuel Edi S
Editor : Agus Mulyadi