Sabtu, 1 November 2014

News / Bisnis & Keuangan

Kenangan Rudi Rubiandini Selama Jadi Wamen ESDM

Selasa, 15 Januari 2013 | 19:27 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) Rudi Rubiandini mengaku terharu saat memberikan pidato terakhir sebagai Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Wamen ESDM). Sebab, Rudi hanya menjabat sebagai pendamping Jero Wacik selama tujuh bulan satu hari.

"Saya hanya ingin mengucapkan terima kasih telah diberi kesempatan oleh Pak Menteri selama tujuh bulan satu hari (jadi Wakil Menteri ESDM)," ujar Rudi sambil menahan tangisnya di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (15/1/2013).

Menurut Rudi, selama menjabat sebagai Wakil Menteri ESDM, dirinya mendapatkan banyak pengalaman dan tantangan dari Menteri ESDM Jero Wacik. Dengan pengalaman dan tantangan tersebut, Rudi menjadi orang yang lebih dewasa, khususnya menangani hal-hal yang selama ini menjadi tugasnya di bidang minyak dan gas bumi. Selama tujuh bulan satu hari menjabat, dirinya mengaku banyak meninggalkan tugas yang belum terselesaikan.

"Saya meninggalkan banyak PR. Saya berterima kasih kepada Pak Menteri walaupun belum tuntas membantu," ujar Rudi.

Namun, Rudi mengaku bangga bisa menjabat sebagai Wakil Menteri ESDM. Meski singkat, ia mengaku sudah menorehkan prestasi, khususnya dalam hal rencana kenaikan tarif tenaga listrik, yang akhirnya disepakati naik 15 persen setahun dan direalisasikan kenaikan sebesar 3,75 persen per empat bulan. "Selain itu, banyak pencapaian di smelter dan migas," lanjutnya.

Sementara itu, Menteri ESDM Jero Wacik mengaku senang telah mendapat wakil menteri seperti Rudi Rubiandini. Menurut Jero, Rudi adalah seorang yang jenius. "Walau menjabat cuma tujuh bulan satu hari, Rudi begitu hebat. Di kepalanya angka semua. Saya minta apa pun, pasti dia tahu. Dia sangat membantu," kata Jero.

Jero menjelaskan, perubahan posisi Wakil Menteri ESDM ini adalah perintah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, bukan wewenang Menteri ESDM. "Dari presiden menginginkan Menteri ESDM tidak merangkap menjadi Kepala SKK Migas, tetapi untuk yang dulu (merangkap jabatan), itu karena perintah Mahkamah Konstitusi (MK). Daripada ribut, mendingan dipisah (jabatannya)," lanjutnya.

Menggantikan Rudi, Jero lantas mengusulkan ke Presiden untuk mengalihkan Rudi menjadi Kepala SKK Migas dan mengangkat Susilo Siswoutomo menjadi Wakil Menteri ESDM. "Meski namanya sama dengan Presiden kita, tapi ini beda. Susilo ini juga tidak kalah mumpuni. Beliau juga pernah bekerja di Exxon lebih dari 30 tahun dan sudah pernah menjadi Staf Khusus Menteri ESDM," katanya.


Penulis: Didik Purwanto
Editor : Heru Margianto