Sabtu, 22 November 2014

News / Bisnis & Keuangan

Jepang Tingkatkan Investasi di Indonesia

Jumat, 18 Januari 2013 | 19:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe sepakat untuk meningkatkan investasi di berbagai bidang di Indonesia. Kesepakatan itu terungkap dalam pertemuan bilateral keduanya di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (18/1/2013).

Presiden Yudhoyono mengatakan, kerja sama Indonesia-Jepang pada tingkat strategis sudah dimulai ketika periode pertama PM Abe menjadi PM Jepang tahun 2007. Ketika itu, banyak hal yang telah dicapai.

Setelah diluncurkan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), kata Presiden, sudah dilakukan berbagai pertemuan perwakilan dua negara. Dalam pertemuan tadi, tambah Presiden, PM Abe berkomitmen untuk meningkatkan investasi di bidang transportasi, infrastruktur, energi, industri, pertanian, dan lainnya.

"Kita beri kesempatan ke mitra Jepang untuk kerja sama dengan perusahaan Indonesia ambil bagian dari MP3EI. Jadi, bukan hanya komitmen, tapi telah menjadi rencana bagi investasi Jepang di waktu akan datang," kata Presiden saat jumpa pers seusai pertemuan.

Kepada PM Abe, Presiden mengakui masih ada berbagai persoalan dalam kerja sama kedua negara. Hanya saja, menurut Presiden, dengan semangat peningkatan kerjasama strategis pasti ada solusi yang baik bagi kedua negara.

"Pasti ada masalah-masalah itu. Dengan menyadari ada kepentingan besar bersama, maka semua masalah itu ada jalan keluarnya. Saya optimis tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan," kata Presiden.

Dalam keterangannya, PM Abe menyampaikan simpati atas bencana banjir yang terjadi di sejumlah wilayah Jakarta maupun kota sekitarnya. Dia berjanji bahwa pemerintah Jepang akan membantu dalam proses pemulihan.

Dikatakan PM Abe, selain dengan Indonesia, pihaknya juga berkomitmen meningkatkan kerja sama dengan negara lain di Asia Tenggara. "Jepang berharap rakyat Indonesia dan negara Asean lainnya dapat mendukung politik luar negeri Jepang," kata PM Abe.


Penulis: Sandro Gatra
Editor : Hindra