Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

PT Pos Masuk Bisnis Bank

Kompas.com - 29/01/2013, 09:58 WIB
Didik Purwanto

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pos Indonesia Persero akan melakukan gebrakan dengan terjun ke bisnis bank. Cara ini dilakukan sebagai diversifikasi bisnis perseroan. Bank yang diincar adalah PT Bank Sinar Harapan Bali. Bank tersebut adalah anak usaha PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang saat ini masih menguasai 81,46 persen.

Direktur Utama Pos Indonesia I Ketut Mardjana menjelaskan pihaknya bersama PT Tabungan Asuransi Pegawai Negeri (Taspen) akan sama-sama memiliki saham masing-masing sebesar 20,2 persen. Nilai modal yang akan disetor adalah Rp 174,73 miliar.

"Kita akan bentuk perusahaan patungan (joint venture) berupa bank dengan menguasai 20,2 persen saham bank," kata Ketut saat ditemui di acara Rapat Kerja Pemerintah di Jakarta Convention Center, Senin (28/1/2013).

Menurut Ketut, pihaknya ingin membuat usaha patungan ini dikarenakan ingin berkontribusi dalam perekonomian dan bisa memperluas bisnis Pos Indonesia. Apalagi dengan dukungan jaringan PT Pos yang berada di seluruh kawasan Indonesia, maka hal tersebut akan menjadi nilai strategis bagi perseroan.

Selain itu, jasa keuangan PT Pos ini akan menangkap peluang-peluang baru dengan menggandeng bank patungan tersebut. "Kami juga ingin memperluas akses masyarakat ke perbankan. Selama ini bank hanya berada di perkotaan saja, kini bank juga bisa masuk ke pelosok desa dengan keberadaan kami," tambahnya.

Dihubungi terpisah, Corporate Secretary PT Pos Indonesia T Widodo membenarkan perseroan akan mengambil saham di Bank Sinar Harapan Bali. "Iya benar, dalam waktu dekat akan ada penandatanganan bersama," kata Widodo.

Dengan komposisi tersebut, kini akan masih tersisa 6,08 persen milik pemegang saham lama. Nantinya, pihaknya juga berencana mengambil saham tersebut, sehingga diharapkan PT Pos akan menguasai 26,28 persen saham Bank Sinar Harapan Bali. "Tapi rencana itu baru dilakukan nanti, itu masih rencana saja. Khususnya bila pemegang saham lama mau melepasnya kepada kami," katanya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com