Jumat, 28 November 2014

News / Bisnis & Keuangan

Kereta Api Bandara Diragukan Selesai 2014

Jumat, 15 Februari 2013 | 05:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) meragukan proyek pembangunan jalur kereta api bandara ke Bandara Soekarno-Hatta akan selesai dalam setahun ini. Sebab, hal tersebut masih terkendala proses pembebasan lahan.

"Bila tidak ada komitmen pemerintah daerah yang mau membebaskan lahan warga, maka proyek itu tidak akan selesai sesuai targetnya," kata Ketua MTI Bidang Perkeretaapian Aditya Dwi Laksana di Jakarta, Kamis (14/2/2013).

Menurut Aditya, membebaskan lahan milik warga tidak mudah. Sebab, perlu nego khusus dan diharapkan tidak menimbulkan kerugian di tiap-tiap pihak. Terlebih lagi, proyek kereta api bandara ini juga memakai investasi yang besar sehingga diharapkan dana tersebut tidak terlalu membengkak lagi akibat tambahan biaya untuk pembebasan lahan.

Dia mencontohkan, proyek kereta api bandara yang berjalan mulus adalah jalur kereta api bandara di Bandara Kualanamu, Medan. Di sana banyak pihak terlibat untuk menuntaskan rencana tersebut.

Ke depan, MTI meminta pemerintah segera mengaktifkan jaringan rel kereta non-aktif di berbagai daerah. Di Sumatera Utara, sebagai contoh, ada tujuh jaringan rel non-aktif sepanjang 179 kilometer (km). Berikutnya lima jaringan di Sumatera Barat sepanjang 87 km, delapan jaringan di Jawa Barat sepanjang 270 km, sembilan jaringan di Jawa Tengah sepanjang 525 km, dan 10 jaringan di Jawa Timur sepanjang 600 km.

"Jika jaringan rel nonaktif tersebut diaktifkan kembali, maka daerah tersebut bisa lebih intensif melayani penumpang perkeretaapian, termasuk kereta api bandara," tambahnya.

Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono memastikan bahwa kereta api bandara akan memiliki dua tahap, yaitu untuk jalur ekspres dan komuter. Yang komuter akan selesai pada 2014 mendatang. Saat ini, pemerintah sedang menyelesaikan komponen kereta api tersebut, yaitu jalur ganda dari Duri-Tangerang yang tahun lalu sudah selesai dan saat ini tersisa mengurus masalah sinyal. Kemudian, ada jalur tembusan dari Batu Ceper ke bandara. "Sekarang lagi tender di KAI. Nanti setelah ditentukan pemenangnya akan langsung dikerjakan selama delapan bulan," kata Bambang.

Untuk investasi, pemerintah akan membantu di proyek jalur ganda dari Duri ke Tangerang. Untuk jalur Batu Ceper dari KAI, sementara pembangunan stasiun di bandara adalah wewenang PT Angkasa Pura II. Kereta api bandara yang menghubungkan Manggarai dengan Bandar Udara Soekarno-Hatta, Cengkareng, ini akan beroperasi pada awal 2014.


Penulis: Didik Purwanto
Editor : Egidius Patnistik