Kamis, 24 April 2014

News / Bisnis & Keuangan

Dyandra Tawarkan Harga IPO Rp 315-415 Per Saham

Selasa, 19 Februari 2013 | 13:36 WIB

Baca juga

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Dyandra Media International Tbk berencana untuk menawarkan harga saham perdana (Initial Public Offering/IPO) di level Rp 315-415 per lembar saham. Harga saham tersebut dinilai cocok untuk diterima pasar.

Presiden Direktur PT Dyandra Media International Tbk Lilik Oetama akan melepas 1,282 miliar lembar saham baru atau sekitar 30 persen dari modal disetor sesudah IPO kepada publik.

"Kami targetkan dari IPO ini akan mendapat dana sebesar Rp 500 miliar," kata Lilik saat konferensi pers di Cendrawasih Room, Jakarta Convention Center Jakarta, Selasa (19/2/2013).

Lilik menegaskan dana hasil IPO tersebut akan dipergunakan sekitar 67 persen untuk pengembangan anak usaha dalam bentuk penyertaan modal pada entitas anak, sekitar 24 persen untuk pelunasan pokok hutang bank dan 9 persen untuk modal kerja.

Sebagai perusahaan meeting, incentive, convention and exhibition (MICE) pertama kali yang akan IPO di Indonesia, Dyandra Media akan melanjutkan bisnis MICE di Indonesia untuk mendukung perekonomian di dalam negeri. Sebagai penjamin pelaksana emisi, Dyandra Media menunjuk Mandiri Sekuritas dan OSK Nusadana Securities.

Proses book building akan berlangsung pada 19 Februari hingga 5 Maret 2013. Proses roadshow akan dilakukan di Kuala Lumpur, Singapura dan Hongkong.

Direktur Keuangan Dyandra Media International Budi Yanto Lusli menambahkan, dana hasil IPO akan digunakan untuk ekspansi perseroan khususnya untuk membangun hotel dan convention center. Di tahun ini, perseroan akan membangun empat hotel lagi. Sehingga total kamar hotel dari 10 hotel yang dimiliki sebanyak 1.500 kamar.

"Sementara di tahun depan akan membangun 10 hotel lagi dengan target jumlah 1.500 kamar lagi. Sehingga kami akan memiliki sekitar 3.000 kamar dari 20 hotel yang dibangun," tambah Budi.

Direktur Operasional Dyandra Media Danny Budiharto menjelaskan kebutuhan dana operasional untuk dua tahun mendatang sebesar Rp 1 triliun. Sebesar Rp 500 miliar dikontribusikan dari hasil IPO, sisanya dari perbankan.


Penulis: Didik Purwanto
Editor : Erlangga Djumena