Kamis, 23 Oktober 2014

News / Bisnis & Keuangan

Ini Langkah Gita Tekan Harga Bawang Putih

Rabu, 27 Februari 2013 | 14:44 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Perdagangan Gita Wirjawan akan melakukan sejumlah langkah untuk menekan harga bawang putih yang meroket. Harga komoditas ini meroket enam kali lipat.

"Memang kita akui, impor bawang putih kita kebanyakan. Solusinya, kita naikkan produksi nasional," kata Gita di kantornya, Jakarta, Rabu (27/2/2013).

Salah satu cara yang akan dilakukan, perluasan lahan untuk menambah produksi bawang putih secara nasional. Selama ini, petani masih enggan menanam bawang putih karena memang rawan terhadap cuaca ekstrem. Jika kondisi cuaca bagus, petani bawang putih ini memang akan untung besar. Namun, jika sebaliknya, petani pasti akan rugi besar.

Namun, untuk perluasan lahan di bidang bawang putih ini, Gita menganggap bukan wewenang pribadinya, tetapi menjadi wewenang Kementerian Pertanian. Nantinya, pihaknya akan membicarakan hal ini dengan kementerian terkait. "Solusi lain adalah peningkatan dalam hal teknologi," lanjutnya.

Teknologi yang dimaksud Gita adalah dapat membudidayakan bawang putih agar tahan terhadap kondisi ekstrem yang sering terjadi di Indonesia. Harapannya, produksi nasional bawang putih akan semakin tinggi dan bisa memenuhi kebutuhan bawang putih secara nasional.

Seperti diberitakan, Gita pernah menjelaskan harga bawang putih kini sudah melonjak hingga enam kali lipat. Hal itu disebabkan keterbatasan pasokan di pasar. Selama ini, pasokan bawang putih Indonesia masih dipenuhi dari impor. Apalagi, dengan pasokan bawang putih lokal yang belum normal, otomatis akan mengerek harga bawang putih di dalam negeri.

"Harga bawang putih sekarang mencuat dari Rp 5.000 menjadi Rp 30.000 per kg. Ini lebih karena ketergantungan impor. Selama ini bawang putih dari impor karena keterbatasan pasokan domestik, makanya harganya naik," kata Gita selepas rapat koordinasi tentang pangan di kantor Kementerian Perekonomian, Jakarta, Senin.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Didik Purwanto
Editor : Erlangga Djumena