Sabtu, 20 September 2014

News / Bisnis & Keuangan

Dari Gagang Sapu Raup Omzet Puluhan Juta Rupiah

Kamis, 7 Maret 2013 | 11:16 WIB

KOMPAS.com — Omzet usaha gagang sapu ternyata bisa meraih pendapatan hingga puluhan juta rupiah per bulan, padahal hanya memanfaatkan limbah kayu biasa.

Pengusaha perajin gagang sapu, Reny, di Palembang, Kamis (7/3/2013), mengatakan, usaha tersebut dirintis keluarganya sejak awal tahun 90-an. "Sejak saya di sekolah dasar, bapak dan ibu memulai usaha ini," katanya di sela-sela kesibukannya memasang gantungan gagang sapu di tempat usahanya di Jalan Kemasrindo Kertapati, Palembang.

Dalam sehari, ia dan beberapa orang pekerja yang sebagian juga masih sanak dan keluarga mampu memproduksi sekitar 4.000 batang gagang kayu dan bambu bahan baku membuat sapu ijuk. "Khusus gagang bambu kami memproduksi sesuai pesanan," jelas dia.

Tempat usahanya pun tidak hanya menjual gagang sapu dalam partai besar, tetapi juga jumlah satuan atau eceran. Untuk gagang berukuran panjang dua meter, harganya Rp 1.500 per batang, sementara gagang sapu pendek ukuran 1,50 meter, Rp 1.000 per batang.
   
Tidak hanya gagang, ia juga menjual sapu utuh ukuran dua meter dengan harga Rp 20.000 dan ukuran 1,50 meter Rp 15.000 per sapu. "Banyak juga warga sekitar yang langsung beli sapu di sini," ujar gadis berusia 24 tahun itu.

Perajin pembuatan gagang sapu dan sapu ijuk di Kelurahan Kemas Rindo cukup banyak, mencapai belasan, tetapi pekerjanya sebagian besar keluarga dan warga sekitar.
   
Ny Frima, misalnya, selain sebagai agen membuat gagang sapu, ia juga menghasilkan sapu ijuk siap pakai, termasuk produk lain, seperti keset kaki dan tirai dari bambu.

Setiap pengusaha pembuatan gagang dan sapu ijuk rata-rata mempekerjakan dua hingga sepuluh orang sebagai tenaga khusus membuat sapu ijuk.

"Para pengusaha tersebut masing-masing juga sudah ada pelanggan rutin, termasuk tenaga khusus bagian pemasaran," kata Wawan, warga setempat.

Menurut dia, produk sapu ijuk tersebut dipasarkan selain di wilayah Kota Palembang dan kabupaten/kota di Sumsel, juga sampai ke sejumlah daerah tetangga, seperti Jambi, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, dan bahkan sampai ke Jakarta.

 


Editor : Erlangga Djumena
Sumber: