Kamis, 27 November 2014

News / Bisnis & Keuangan

Harga Cabe Rawit Merah Melambung Tinggi

Minggu, 10 Maret 2013 | 21:39 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam sepekan terakhir ini, harga cabe rawit merah terus mengalami kenaikan drastis hingga di atas 50 persen. Demikian diungkapkan oleh Sarti salah seorang pedagang sayur di Pasar Rebo, bahwa saat ini harga Cabe rawit merah melejit dari Rp 25.000 per kilogram menjadi Rp 40.000.

"Biasanya saya hanya membayar Rp 25.000 saja untukcabe rawit merah per kilogram di pasar induk Kramat Jati . Namun ketika harga pokoknya meningkat tajam hingga Rp 40.000, terpaksa saya harus menjual kepada konsumen dengan harga Rp 45.000 per kilogram. Akibatnya, pelanggan saya tidak mampu membelinya," papar Sarti.

Menurut wanita , pasokan cabe rawit merah yang minim akibat intensitas musim hujan yang cukup tinggi, menjadi penyebab utama melambungnya harga cabe rawit merah. Sarti pun menuturkan bahwa selain cabe rawit merah, bawang menjadi salah satu komoditi yang dijual dengan harga yang sangat tinggi dalam tiga bulan terakhir ini.

Bawang merah yang biasa dipasok dari wilayah Brebes, Jawa Tengah naik dari Rp 16.000 menjadi Rp 40.000. sedangkan Bawang putih kating yang pada bulan Januari tahun ini masih dijual Rp 18.000 per kilogram, melonjak hingga Rp 43.000.

"Pemerintah seharusnya berupaya meningkatkan produksi bawang lokal. Sehingga ketika dilakukan pembatasan terhadap produk holtikultura impor, tidak akan terjadi kenaikan harga yang sangat tinggi. Kondisi ini sangat merugikan kami, juga para konsumen," ungkap Sarti.

Sementara itu, harga kedelai pun saat ini masih cukup tinggi di pasaran. Menurut  Sultan Badarudin salah seorang pemilik pabrik tempe di Cibubur, hingga saat ini harga kedelai per kilogram mencapai Rp 8.000. Sebelumnya pada bulan Januari lalu, harga kedelai per kilogram masih Rp 6.500 Namun kenaikan harga kedelai tersebut, belum menjadi alasan bagi Sultan untuk menaikkan harga tempe jualannya.

"Saat ini  tempe yang kami jual kepada konsumen, belum ada kenaikan harga. Hanya pihak kami hanya sedikit mengurangi bobot berat tempe yang dijualnya. Untuk tempe seberat kira-kira  satu kilogram, dijual seharga Rp 8.000, sedangkan setengah kilonya Rp 4.000," jelas Sultan.

Sultan pun menambahkan apabila terjadi lagi kenaikan kedelai pada waktu dekat ini, pihaknya akan menghentikan produksi usahanya. "Jika harga kedelai kembali naik, kami akan menunggu upaya dari lembaga Koperasi Pabrik Tempe Indonesia untuk memperjuangkan nasib kami," tutur Sultan.


Penulis: Fabio Lopes
Editor : Robert Adhi Ksp