Senin, 1 September 2014

News / Bisnis & Keuangan

INFRASTRUKTUR

Operasional Bandara Kuala Namu Medan Molor

Rabu, 13 Maret 2013 | 13:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Operasional Bandara Kuala Namu, Medan, yang seharusnya bisa dilakukan di April mendatang terpaksa molor. Hal ini disebabkan pembangunan akses jalan non-tol menuju bandara masih terhambat.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II Tri S Sunoko mengatakan, operasional bandara pengganti Polonia ini ditargetkan bisa selesai pada Agustus-September 2013.

"Bandara Kuala Namu ini memang terhambat operasionalnya. Ini disebabkan masalah aksesibilitas yang belum disempurnakan. Memang akan lebih prima (operasionalnya) kalau dimundurkan," kata Tri saat ditemui di peluncuran National Sistem Window Airportnet di kantornya, Tangerang, Rabu (13/3/2013).

Menurut Tri, operasional Bandara Kuala Namu ini jika dipaksakan pada April nanti, maka kondisinya akan menjadi tidak nyaman. Sebab, hal ini menyangkut sistem penataan bandara yang menjadi satu kesatuan dan tidak bisa dipisahkan. Padahal, perusahaan pelat merah ini mengklaim pengerjaan fisik bandara termasuk fasilitas untuk pesawat hampir tuntas atau sudah mencapai 90 persen.

Namun, karena akses jalan menuju bandara belum selesai, maka operasional diundur. "Salah satu kendalanya memang masih ada beberapa lahan yang belum dibebaskan," tambahnya.

Oleh karena itu, untuk alternatifnya saat ini, akses menuju Bandara Kuala Namu akan memakai transportasi kereta api. Kereta khusus bandara ini dikelola PT Railink. Dengan adanya kereta, waktu tempuh ke bandara bisa dipersingkat dibandingkan jalur darat.

Dengan kereta, waktu tempuh ke Kuala Namu hanya 40 menit, tetapi bila memakai kendaraan pribadi non-tol bisa 1,5 jam dan dengan tol bisa sejam.

Bandara baru ini nantinya siap menjadi "hap" atau bandara penghubung menuju bandara-bandara di Indonesia dan kawasan regional yang siap menandingi Changi Airport di Singapura yang juga sebagai "hap" bandara regional.

Selain itu, Bandara Kuala Namu merupakan bandara pertama di Indonesia yang dilengkapi akses kereta.


Penulis: Didik Purwanto
Editor : Erlangga Djumena