Senin, 21 April 2014

News / Bisnis & Keuangan

Impor Minyak Kembali Buat Neraca Perdagangan Defisit

Senin, 1 April 2013 | 12:30 WIB

Baca juga

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan selama Februari 2013 masih mengalami defisit sebesar 327,4 juta dollar AS. Hal ini disebabkan karena nilai impor masih lebih besar dibanding ekspornya.

Kepala BPS Suryamin mengatakan nilai impor Februari 2013 sebesar 15,32 miliar dollar AS dan nilai ekspor Februari 2013 sebesar 14,99 miliar dollar AS. Secara kumulatif Januari-Februari 2013 juga masih defisit 402,1 juta dollar AS.

Hal itu disebabkan nilai impor di periode yang sama sebesar 30,77 miliar dollar AS dan nilai ekspor 30,66 miliar dollar AS. "Defisit kita kebanyakan masih disebabkan karena impor minyak masih lebih tinggi," kata Suryamin di kantornya, Jakarta, Senin (1/4/2013).

Untuk migas selama Februari masih mengalami defisit 1,105 miliar dollar AS disebabkan karena ekspor migas hanya 2,53 miliar dollar AS dan impor migas sebesar 3,645 miliar dollar AS. Sementara minyak mentah juga mengalami defisit 12,8 juta dollar AS dan hasil minyak (premium) defisit 2,255 miliar dollar AS. Sedangkan gas mengalami surplus 1,162 miliar dollar AS.

Sementara untuk sektor non migas selama Februari 2013 sebesar surplus 777,9 juta dollar AS. Dari sisi kumulatif di Januari-Februari 2013, neraca perdagangan migas mengalami defisit 2,417 miliar dollar AS, dari minyak mentah defisit 527,3 juta dollar AS, hasil minyak (premium) defisit 4,38 miliar dollar AS dan gas masih surplus 2,47 miliar dollar AS. Sedangkan neraca perdagangan non migas di periode yang sama surplus 2,015 miliar dollar AS.

"Meski non migas mengalami surplus tapi migas kita masih lebih besar, sehingga kita masih mengalami defisit," tambahnya.

Untuk negara ASEAN, neraca perdagangan Indonesia masih surplus 115,5 juta dollar AS. Namun hanya perdagangan ke Thailand yang mengalami defisit 539,5 juta dollar AS. Untuk ke Uni Eropa juga surplus 176,6 juta dollar AS, hanya ke Jerman saja yang masih defisit 200,5 juta dollar AS.

Untuk negara lain yang masih defisit adalah ke China 339,3 juta dollar AS, Jepang 301,7 juta dollar AS, Australia 113,6 juta dollar AS, Korea Selatan 311,8 juta dollar AS dan Taiwan 33,5 juta dollar AS. "Sementara total untuk 13 negara lainnya juga masih defisit 209,6 juta dollar AS," tambahnya.


Penulis: Didik Purwanto
Editor : Erlangga Djumena