Kamis, 21 Agustus 2014

News / Bisnis & Keuangan

Harga Minyak Indonesia Turun

Selasa, 2 April 2013 | 14:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Harga rata-rata minyak mentah Indonesia bulan Maret 2013 berdasarkan perhitungan Tim Harga Minyak Indonesia, mencapai 107,42 dollar AS per barrel. Ini berarti turun 7,44 dollar AS per barrel dari 114,86 dollar AS pada Februari 2013.    

Tim Harga Minyak Indonesia, dalam situs Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kementerian ESDM), Selasa (2/4/2013), di Jakarta, mengemukakan, penurunan ICP itu seiring dengan perkembangan harga minyak mentah utama di pasar internasional.  

Hal ini disebabkan beberapa faktor, antara lain melemahnya kondisi perekonomian di kawasan Eropa dan Amerika Serikat yang diindikasikan beberapa faktor antara lain, meningkatnya angka pengangguran Eropa yang mencapai 11,9 persen, penurunan produk domestik bruto Perancis dan Jerman, serta memburuknya ekonomi Siprus yang memerlukan dana talangan.  

Badan Energi Internasional (International Energy Agency) dalam publikasinya, di awal Maret 2013, memperkirakan, permintaan minyak mentah global turun sekitar 0,1 juta barrel per hari dibandingkan laporan bulan lalu dari 90,7 juta barrel per hari, menjadi 90,6 juta barrel per hari, akibat melemahnya perekonomian global.  

Selain itu, perawatan berkala kilang di sejumlah kawasan dunia dilakukan di Amerika Serikat, Asia, dan Timur Tengah akan berlangsung hingga April 2013 yang mengakibatkan turunnya permintaan minyak mentah untuk stok kilang.  

Pihak IEA, Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (Organization of Petroleum Exporting Countries/OPEC), Pusat Studi Energi Global (Centre for Global Energy Studies/CGES), dan Reuters dalam publikasinya di awal Maret 2013, memperkirakan, adanya kenaikan pasokan minyak mentah global dari negara-negara OPEC maupun non OPEC.  

Akumulasi kenaikan perkiraan produksi ini diprediksi mencapai 0,02-0,15 juta barrel per hari akibat peningkatan produksi Irak, Libya, Amerika Serikat serta kawasan Laut Utara. Pasokan minyak hasil produksi shale oil dan oil sand dari Kanada ke Amerika Serikat juga terus meningkat, sehingga impor minyak AS dari kawasan non Kanada turun 1 juta barrel per hari dibanding tahun sebelumnya.

Peningkatan stok minyak mentah AS akhir Maret 2013 sebesar 8,4 juta barel dibandingkan bulan sebelumnya dari 377,5 juta barel menjadi 385,9 juta barel. Pernyataan Menteri Perminyakan Saudi Arabia pada konferensi di Hongkong bahwa harga minyak 100 dollar AS per barrel dipercaya sebagai harga yang masuk akal. Pemerintah Arab diyakini analis pasar mengharapkan stabilitas harga minyak saat ini dengan mengatur tingkat produksinya sehingga harga minyak tidak sampai mengganggu pertumbuhan ekonomi global.

Untuk kawasan Asia Pasifik, penurunan harga minyak mentah juga dipengaruhi oleh adanya penurunan impor minyak mentah dari China hingga 2,4 persen dan impor minyak mentah dari India yang juga turun hingga 0,6 persen dibandingkan impor tahun sebelumnya akibat mulai melambatnya pertumbuhan ekonomi.


Penulis: Evy Rachmawati
Editor : Rusdi Amral